
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Juli 2024 telah membuka seleksi Calon Kepala Sekolah SMA/K se Nusa Tenggara Timur. Melalui surat undangan nomor 424/4078/PK 4.1/2024 perihal penyampaian dokumen seleksi Kepala Sekolah menyatakan bahwa berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah pasal 3 bagian (2) disebutkan bahwa pengangkatan Calon Kepala Sekolah dilaksanakan setelah mendapat rekomendasi dari Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah.
Seluruh NTT, ada 160 Calon Kepala Sekolah diundang dengan kondisi riil di lapangan saat ini yakni ada 77 sekolah yang dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Khusus di Kabupaten Flores Timur, 12 Calon Kepala Sekolah diundang tetapi yang menyiapkan diri dengan baik hingga mengikuti seleksi mulai dari seleksi administrasi, presentasi makalah hingga wawancara sebanyak 10 orang.
Sepuluh Calon Kepala Sekolah dari Kabupaten Flores Timur yang mengikuti tahapan seleksi yakni, Alfonsus Liguori Rianghepat, S.Pd (Plt Kepala SMA Negeri Kelubagolit), Markus Kopong Sanga, S.Pd (Plt. SMA Negeri 1 Adonara Timur), Ferdinandus Boro Nama, S.Pd (Plt Kepala SMK Negeri Adonara Barat), Wilhelmus Darang Weking, S.Pd (Plt Kepala SMK Negeri 1 Titehena), Silvester Kian Witi, S.Fil (Guru SMAN 1 Larantuka), Wilfridus Ola Narek, S.Pd (Guru SMA Negeri Solor Selatan), Iganisius Sani Koten, S.Pd (Guru SMK Negeri 1 Wulanggitang), Hermanus Eban Lawan, S.Pd (Guru SMA Negeri 1 Adonara Timur), Rafael Sinu Usen, S.Pd (Guru SMK Negeri Witihama), Demetrias Salmun Mometa Pulek, S.Pd (Guru SMK Negeri 1 Larantuka).
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur yang telah merencakan dengan baik dan melaksanakan tahapan seleksi Kepala Sekolah secara professional. “Apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur yang telah merencanakan dengan baik dan melaksanakan tahapan seleksi Kepala Sekolah secara professional. Kerja kerja professional memang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan jika ingin mendapatkan sebuah perubahan. Kami berharap, semoga Calon Kepala Sekolah yang mengikuti tahapan seleksi ini, pada watunya benar- benar ditempatkan pada sekolah yang membutuhkan dan mampu membawa angin segar. Ada sejumlah sekolah masih bertahan dengan pelaksana tugas, demikian pula tidak sedikit sekolah yang kepala sekolahnya sudah dua, tiga periode. Fenomena ini bisa menjadi perhatian. Solusi terbaiknya adalah menempatkan Kepala- Kepala Sekolah dari hasil proses seleksi,”kata Maksi (Humas PGRI Flores Timur)
