REFLEKSI APONG HURINT TENTANG MERDEKA BELAJAR

Merdeka Belajar adalah sebuah konsep yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertujuan untuk memberikan kebebasan pada murid dalam menentukan cara belajar yang sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan mereka.

Merdeka belajar tidak terlepas dari Filosofi Ki Hadjar Dewantara (KHD) dengan menekankan kita guru sebagai penuntun segala kodrat (Kodrat alam dan Zaman) bagi murid untuk mencapai keselamatan yang setinggi-tingginya sebagai manusia merdeka dan sebagai anggota masyarakat. Maka dengan ini menjadi pertanyaan bagi diri saya, Sudahkah saya menuntun murid saya untuk menemukan segala potensi yang ada pada mereka?

Ada beberapa hal yang sudah saya lakukan dalam menuntun murid, yakni melalui pembelajaran di kelas. Saya menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid (pembelajaran berdiferensiasi). Dimana saya memetakan kebutuhan belajar murid. Sesuai dengan kesiapan belajar, minat dan profil belajar. Namun, semuanya ini belum berjalan setiap hari. Hanya pada materi-materi tertentu.

Menuntun murid pada pengembangan minat dan bakat, baik itu olahraga dan seni. Tetapi, bergerak sendiri untuk mewujudkan suatu impian tidaklah berhasil. Perlu adanya kolaborasi dengan teman-teman guru dan bapak kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga.

Maka untuk itu, untuk mewujudkan merdeka belajar tidak terlepas dari kolaborasi antara warga sekolah dan stakeholder yang ada.

Saya lebih banyak lagi belajar untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru dan terus merancang pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi murid saya. (Apong Hurint/CGP Angkatan ke 6/Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur)

Scroll to Top