
Mikhael Boro Bebe, Sekretaris Bidang Kebudayaan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur terlibat dalam pelaksanaan ritual adat “Hode Nuke dan Soga Klongot” (Pemasangan bubungan rumah adat/korke ) Masyarakat Adat Lamatou, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Selasa- Rabu (8-9/8/23).


Adapun rangkaian kegiatan ritual adat tersebut diantaranya pada Hari Selasa (8/8/23) dimulai dengan seremonial penjemputan rombongan Dirgen Kebudayaan, rombongan menuju ke rumah adat Lamaruro Baopuken, menuju ke korke, persiapan ritual adat, pelaksanaan ritual adat hode nuke, antar koto ke korke, penjemputan kepala (hode koto) dengan tarian hedung/ gokeng/sele, pemasangan klongot (penutup bubungan korke), ritual adat robak witi/tusuk kambing, panah tradisional dan malam budaya (Mura rame) hama, hdung dan opak Sejarah.






Sementara pada Rabu( 9/8/23) dimulai dengan panah tradisional, ritual adat pemotongan pemotongan hewan,, pemberian sesajian, heri nuke, makan rengki, makan bersama, pengukuhan lembaga adat lera wulan tanah ekan ditandai dengan reka mati/ makan rengki, sambutan Dirgen Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sambutan masyarakat adat, sambutan pejabat daerah, penandatanganan naskha pengukuhan, dilanjutkan dengan dialog bersama Dirgen kebudayaan bersama undangan dan Masyarakat adat.





Mikael Boro mengatakan mengikuti ritus soga kelongot dengan tahapan ritus pendukung lainnya merupakan sebuah upaya Masyarakat Adat Lamatou terhadap pelestarian. “Upaya pelestarian kearifan lokal merupakan hasil konsensus sekaligus buah komunikasi para leluhur yang mestinya dirawat dan ditradisikan setiap generasi. Sebuah pengalaman yang menakjubkan, bahwa leluhur mengkreasikan dengan ritus dan pembuatan korke sebagai bentuk implementasi spirit religi terhadap “lera wulan tana ekan”,kata Mikhael.
