SELAMA TIGA HARI PGRI FLOTIM BELAJAR DI PULAU SOLOR

Obyek Wisata, Pantai Riangsunge, Kelurahan Ritaebang, kecamatan Solor Barat sebagai Pusat Pelaksanaan HUT ke 78 PGRI Tingkat Kabupaten Flores Timur

Selama tiga hari, terhitung sejak Kamis hingga Sabtu (23-25/11/23) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan belajar di Pulua Solor dalam rangkaian Hari Ulang Tahun ke 78 PGRI tingkat Kabupaten Flores Timur.

Pulau Solor adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Timur. Pulau ini terletak di sebelah timur dari Pulau Flores. Pulau ini dibatasi oleh Selat Lewotobi di Barat, Selat Solor di utara, Selat Lamakera di timur, serta Laut Sawu di selatan.

Secara administratif, Pulau Solor termasuk wilayah Kabupaten Flores Timur,NTT, Indonesia. Pulau ini merupakan satu dari dua pulau utama pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur. Pulau Solor sendiri, terdiri dari tiga kecamatan yakni, Solor Barat, Solor Timur dan Solor Selatan.

Mata pencaharian masyarakat Solor adalah nelayan, petani ladang dan sebagian sebagai pedagang. Para penduduk pribumi adalah Suku Lamaholot berbahasa Lamaholot.

Sejarah tentang Pulau Solor dapat dilihat dari reruntuhan Benteng di Solor pada tahun 1930an. Pada tahun 1555-1603, sejumlah Pastor Portugis dari Ordo Dominikan membangun sebuah benteng di Pulau Solor. Misi Katolik Protugis di daratan Pulau Flores dan sekitarnya berawal dari benteng itu. Benteng itu disebut “port Henricus XVII”, merupakan bagian dari ziarah religius ” Semana Santa” di Larantuka, Flores Timur, NTT.

Persekutuan Solor Watan Lema atau Negeri Lima Pantai merupakan sebuah persekutuan lima kerajaan kecil yang dibangun oleh masyarakat Muslim yang membuat persekutuan untuk melawan Kolonial Protugis di Pulau Solor dan wilayah sekitar. Adapun kerajaan yang tergabung dalam persekutuan yakni, Kerajaan Lohayong di Pulau Solor, Kerajaan Lamakera di Pulau Solor, Kerajaan Lamahala di Pulau Adonara, Kerajaan Terong di Pulau Adonara dan Kerajaan Labala di Pulau Lembata.

Maksimus Masan Kian, Ketua Kabupaten PGRI Flores Timur mengatakan, di Pulau Solor para guru akan belajar arti perjuangan, ketaguhan dan juga membangun motivasi yang lebihh kuat. “Mari kita ke Solor, belajar akan ketahanan di tempat yang tandus. Mari kita ke solor menimba semangat dan etos kerja mereka. Mari kita ke Solor untuk memperkuat motivasi dan menggali inspirasi dari semangat Orang-orang Solor. Dalam keterbatasan, mereka (orang Solor) memiliki gagasan yang bernas, melahirkan banyak inovasi untuk perubahan,” kata Maksi

Scroll to Top