PGRI SABU RAIJUA BERANI KARENA MEMBELAH YANG BENAR

Amos Come Rihi/ Ketua PGRI Kabupaten Sabu Raijua

Organisasi Profesi PGRI bukan organisasi kemarin sore. PGRI lahir satu tarikan napas dengan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tepatnya di tanggal 25 November 1945. Pemikiran dalam mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia telah teruji. Keberaniannya membela hak-hak guru tidak diragukan, dan upaya berjuangan meningkatkan kesehjateraan para guru selalu menjadi cerita yang membanggakan.

Jika kemudian ada oknum-oknum yang mengecilkan PGRI, menganggap remeh atau mengintimidasi, berarti Ia tidak paham sejarah perjuangan PGRI. Oknum -oknum itu lupa bahwa mereka pernah ada di bangku sekolah yang di sana diajar, dididik, dibimbing hingga menjadi manusia oleh para guru.

Fenomena yang terjadi di Sabu Raijua, dimana beredar surat yang ditandatangani oleh Sekda Sabu Raijua, Septenius Bule Logo,SH.,MH mengatasnamakan Bupati Sabu Raijua menegaskan kepada seluruh guru ASN maupun kontrak yang berada di bawah naungan dan kewenangan Kabupaten Sabu Raijua untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sabu Raijua di Gedung DPRD adalah tindakan yang kurang tepat. Kenapa? karena membatasi hak warga negara untuk berpendapat yang diatur oleh undang-undang, sama dengan melanggar undang-undang itu sendiri.

Ketua PGRI Sabu Raijua, Amos Come Rihi, mengatakan PGRI Sabu Raijua berani karena membela yang benar, membela hak para guru. “Kami tidak gentar sedikitpun, karena kami bergerak membela yang benar. Kami menuntut hak kami setelah menjalankan kewajiban. Semua juga tahu, terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) sumbernya dari APBN. Ditransfer ke daerah dan selanjutnya ke rekening para guru yang memenuhi syarat sebagai penerima. Lalu kalau kabupaten lain se NTT, sudah dan Sabu Raijua belum itu ada apa..? Mesti dijelaskan secara baik. Aksi kami damai, hanya ingin mendapatkan jawaban yang tidak asal menjanjikan tetapi lebih pada sebuah kepastian. Kami para guru di Sabu Raijua akan tetap bergerak menuntut hak kami,” kata Amos.

Untuk diketahui, PGRI Sabu Raijua pada Senin (8/1/24) melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sabu Raijua dan Kantor Bupati Sabu Raijua. Jumlah mereka di atas 1000 orang. Aksi damai ini diterima oleh Ketua DPRD Sabu Raijua dan juga Bupati Sabu Raijua.

Scroll to Top