
Para guru di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Flores Timur, menyambut dengan penuh suka cita atas realisasi penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2025 yang kini langsung ditransfer dari pemerintah pusat ke rekening masing-masing guru. Sistem penyaluran ini dianggap jauh lebih efisien dan transparan dibandingkan mekanisme sebelumnya yang melalui kas daerah.
Para guru menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang selama ini tidak kenal lelah memperjuangkan aspirasi para pendidik. Perjuangan panjang dan konsisten dari PGRI akhirnya membuahkan hasil yang sangat dinanti-nantikan oleh para guru di seluruh tanah air.
Selain PGRI, para guru juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan Pendidikan yang telah mendengarkan aspirasi para guru dan meresponsnya dengan cepat. Penyaluran langsung ini diharapkan bisa menghindari keterlambatan serta meminimalisir potensi hambatan administratif yang sering terjadi di tingkat daerah.
Namun demikian, di lapangan masih ditemukan beberapa kendala. Sejumlah guru belum menerima TPG karena berbagai sebab, di antaranya penginputan data nomor rekening yang belum lengkap, gaji pokok yang belum sesuai dengan data pusat, serta keterlambatan terbitnya Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP). Masalah ini pun tengah dalam proses penyelesaian oleh instansi terkait.
Di Flores Timur sendiri, para guru menyatakan bahwa perubahan mekanisme ini membawa angin segar. Mereka tidak perlu lagi menunggu proses birokrasi panjang di tingkat daerah dan bisa lebih fokus menjalankan tugas profesional sebagai pendidik. Para guru berharap sistem ini terus dipertahankan di masa yang akan datang.
Meski demikian, para guru di Flores Timur juga masih menunggu penyelesaian pembayaran TPG satu bulan yang tertunda pada Triwulan IV Tahun 2024. Hingga April 2025 ini, hak mereka atas tunjangan tersebut belum juga direalisasikan. Mereka berharap pemerintah segera menindaklanjuti dan menyelesaikan pembayaran tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Pengurus Besar PGRI serta berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah memastikan bahwa keterlambatan pembayaran TPG Triwulan IV 2024 bisa segera teratasi.
Maksi juga mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya telah komunikasi langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur. Langkah ini kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua DPRD dengan menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur untuk membahas persoalan tersebut secara lebih mendalam.
“Kami terus berjuang dan berharap ada titik terang dari upaya-upaya yang sudah dilakukan. TPG adalah hak guru dan kami tidak ingin ada yang tertunda. Semoga dengan sinergi antarinstansi, persoalan ini segera mendapatkan solusi,” ujar Maksimus Masan Kian.
Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian yang tinggi dari PGRI serta dukungan dari kementerian dan lembaga terkait, para guru optimis bahwa tantangan dalam penyaluran TPG dapat segera diatasi. Mereka berharap perjuangan ini menjadi awal dari reformasi tata kelola tunjangan yang lebih manusiawi dan profesional di masa depan. (Humas PGRI Flotim)
