
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur menyelenggarakan pelatihan coaching dengan tema “Menjadi Guru Idola, Mengajar Secara Mendalam, Menyenangkan dan Penuh Makna”, yang berlangsung pada Selasa, 22 April 2025 di Aula La Mennais, Larantuka. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung profesionalisme guru di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Pelatihan ini diikuti oleh 37 peserta yang merupakan perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Flores Timur (Pulau Flores, Adonara dan Lembata). Kehadiran mereka mencerminkan semangat dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang demi meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.
Dalam sambutannya, Plt Ketua PGRI Flores Timur, Egidius Demon Lema, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PGRI dalam memperkuat kapasitas guru sebagai pilar utama dalam dunia pendidikan. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik itu sendiri.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Para peserta terlibat aktif dalam berbagai sesi coaching yang disusun secara aplikatif, mulai dari praktik langsung, diskusi kelompok, hingga refleksi individu. Metode pelatihan yang interaktif ini mendapat respons positif dari peserta karena sesuai dengan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Drs. Istoto Suharyoto, seorang trainer dan profesional coach yang telah berpengalaman membimbing guru-guru di berbagai daerah di Indonesia. Dengan pendekatan yang energik dan menyenangkan, beliau berhasil membangun suasana pelatihan yang inspiratif dan penuh semangat.
“Saya sangat terkesan dengan semangat guru-guru di Flores Timur. Antusiasme mereka luar biasa. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar ingin membawa perubahan positif di lingkungan sekolah mereka,” ujar Istoto Suharyoto usai sesi pelatihan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru memiliki pemahaman dan keterampilan coaching yang memadai untuk diterapkan dalam proses pembelajaran dan pembinaan siswa. Coaching tidak hanya menjadi alat bantu dalam mengajar, tetapi juga menjadi pendekatan yang mampu menumbuhkan potensi siswa secara maksimal.
Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi, PGRI Kabupaten Flores Timur memberikan piagam kepada narasumber dan sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh dedikasi. Penyerahan dilakukan secara simbolis di akhir kegiatan dan disambut dengan suka cita oleh peserta.
Wakil Ketua PGRI Solor Timur, Pankrasius Keraf, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjangkau lebih banyak guru di Flores Timur.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, PGRI Flores Timur kembali menunjukkan perannya sebagai organisasi profesi yang aktif mendorong pengembangan guru. Semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi menjadi bekal penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing di daerah ini. (Ditulis oleh Peserta_ Pankrasius Keraf_Wakil Ketua PGRI Solor Timur)
