Kata-Kata yang Mengubah Dunia: Dosen Tamu UNIPDA, Maksimus Masan Kian, Inspirasi Wawasan Mahasiswa

Dalam perkuliahan istimewa yang digelar Rabu (21/5/25) oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Delta (UNIPDA) Sidoarjo, Jawa Timur, Maksimus Masan Kian hadir sebagai dosen tamu dan memberikan materi bertajuk “Beyond Word Analysis: How Word Change the World.” Kehadiran tokoh pendidikan dari Nusa Tenggara Timur ini disambut antusias oleh mahasiswa semester enam (6) yang memadati ruang perkuliahan.

Maksimus Masan Kian, yang dikenal sebagai Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur sekaligus Calon penerima beasiswa LPDP Batch 2 Tahun 2024 , membawakan materi yang menggugah tentang kekuatan kata-kata. Ia mengajak para calon pendidik untuk memahami bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kekuatan yang mampu membentuk cara berpikir, membangun relasi sosial, hingga mengubah arah kebijakan publik.

Dalam sesi perkuliahan tersebut, Maksimus menyoroti betapa besar kekuatan sebuah pidato dalam sejarah dunia. Ia mengangkat pidato legendaris Martin Luther King Jr., “I Have a Dream”, sebagai contoh nyata bagaimana rangkaian kata yang disusun dengan presisi dapat menjadi katalis perubahan sosial besar-besaran di Amerika Serikat.

Dengan gaya tutur yang komunikatif, Maksimus memberikan ilustrasi konkret tentang kekuatan ekspresi. Ia mencontohkan kalimat sederhana seperti “Aku takut” yang kemudian diubah menjadi narasi puitis: “Jantungku berdegup liar, keringat dingin membasahi telapak tanganku.” Transformasi ini, menurutnya, adalah inti dari kajian stylistics, gaya bahasa yang memperkuat daya gugah kata-kata.

Maksimus juga membagikan kisah pribadinya dalam menempuh seleksi beasiswa LPDP. Ia menegaskan bahwa kemampuan berbahasa, dalam bentuk esai maupun wawancara, menjadi faktor krusial dalam seleksi administrasi, bakat skolastik, hingga seleksi substansi. “Kata-kata bisa menjadi jembatan menuju masa depan,” ujarnya.

Sebagai seorang pendidik yang kini tengah bersiap melanjutkan studi magister, Maksimus menekankan bahwa guru masa kini perlu membekali diri dengan kecakapan memilih dan merangkai kata. Dalam dunia digital yang penuh distraksi, kekuatan narasi justru menjadi senjata ampuh untuk memengaruhi generasi muda.

Mahasiswa UNIPDA yang hadir mengaku terinspirasi dan terbuka wawasannya. “Selama ini kami hanya melihat bahasa sebagai mata pelajaran. Tapi hari ini kami melihat bahasa sebagai kekuatan yang bisa mengubah hidup,” ungkap salah satu peserta perkuliahan.

Dr. Lailatul Musyarofah, M.Pd Dosen Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Pendidikan UNIPDA, dalam sambutannya, mengapresiasi kehadiran Maksimus Masan Kian yang dianggap membawa angin segar dari timur Indonesia ke tengah dinamika akademik di Jawa Timur. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi mahasiswa untuk menulis dan berbicara dengan daya pengaruh.

Mengakhiri perkuliahan, Maksimus memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa calon guru: “Kalian bukan hanya akan mengajar mata pelajaran. Kalian akan mempengaruhi hidup. Dan semua itu dimulai dari kata-kata yang kalian pilih setiap hari,” kata Maksi.  (Humas PGRI Flores Timur)

Scroll to Top