
Narasumber nasional, Rini Kartini, S.Sos., M.Med.Kom., Dr. Cand
PGRI Kabupaten Flores Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan guru dan masyarakat pendidikan dengan menyelenggarakan sebuah webinar inspiratif bersama narasumber nasional, Rini Kartini, S.Sos., M.Med.Kom., Dr. Cand. dan Awardee LPDP Afirmasi 2023.
Webinar ini mengangkat tema “Tips dan Trik Lolos Wawancara Substantif LPDP Jalur Afirmasi”, sebuah topik yang sangat relevan bagi para guru dan calon penerima beasiswa, khususnya dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kegiatan tersebut berlangsung secara daring dan berhasil menarik perhatian banyak peserta dari kalangan pendidik, mahasiswa, dan alumni penerima beasiswa yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang proses seleksi LPDP, terutama wawancara.
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ibu Rini Kartini yang dengan tulus dan sukarela membagikan pengalamannya kepada komunitas PGRI. “Ibu Rini bukan hanya tampil sebagai narasumber, tetapi juga sebagai inspirator bagi kami semua. Beliau hadir membawa semangat kolaborasi dan berbagi dari hati,” ujar Maksimus.

Maksimus juga menyatakan harapannya agar kerja sama ini tidak berhenti pada webinar ini saja, melainkan terus berlanjut dalam berbagai kegiatan positif ke depannya. Webinar ini memberikan ruang yang luas bagi peserta untuk memahami karakteristik jalur afirmasi, termasuk penekanan pada potensi dan daya juang daripada sekadar prestasi akademik.
Rini Kartini membagikan pengalamannya sebagai penerima beasiswa LPDP jalur afirmasi. Ia menekankan pentingnya mengenali diri sendiri dan memiliki rencana studi yang tajam, serta kontribusi yang konkret untuk daerah asal. “LPDP tidak mencari orang yang sempurna, tetapi mereka yang tahu siapa dirinya, apa misinya, dan ke mana akan kembali,” tegas Rini dalam pemaparannya.
Rini juga memaparkan strategi menjawab wawancara dengan pendekatan STAR (Situation, Task, Action, Result), yang sangat berguna terutama untuk menghadapi pertanyaan reflektif dari psikolog. Sesi tanya jawab berlangsung aktif, dengan berbagai pertanyaan seputar motivasi studi, cara membangun rencana kontribusi, hingga tips memilih universitas dan program studi yang relevan.
Banyak peserta yang mengaku termotivasi setelah mendengar langsung kisah perjuangan Rini sebagai anak bangsa dari daerah yang kini menjadi kandidat doktor dan penggerak perubahan. Webinar ini juga membuka kesadaran baru bahwa afirmasi bukanlah bentuk belas kasih, tetapi pengakuan atas kekuatan dan daya tahan orang-orang dari wilayah tertinggal.

“Jangan pernah merasa kurang hanya karena kamu dari daerah. Justru karena kamu kuat, kamu pantas mendapatkan peluang ini,” tutur Rini penuh semangat. Rini menutup sesi dengan pesan yang kuat: “Tampilkan karakter, bukan drama. Jadikan kontribusi lokal sebagai bagian dari pembangunan nasional.” Webinar yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan harapan besar bahwa lebih banyak guru dan putra-putri daerah Flores Timur akan mampu mengakses beasiswa LPDP di masa depan.
Maksimus Masan Kian menegaskan bahwa PGRI Flores Timur akan terus menjadi ruang belajar dan pengembangan diri, baik untuk guru maupun generasi muda yang ingin maju bersama. Webinar ini bukan hanya kegiatan daring biasa, melainkan momen yang menghubungkan semangat, pengalaman, dan masa depan pendidikan di Flores Timur.Kolaborasi antara PGRI dan tokoh inspiratif seperti Rini Kartini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang-ruang kecil yang penuh makna. (Humas PGRI Flores Timur)
