Tanggung Jawabku, Masa Depanku: Membangun Karakter Pelajar di Tengah Arus Zaman

Maria L. Werang, S.Pd/ Narasumber

“Anak-anak kita bukan sekadar siswa yang duduk di bangku sekolah. Mereka adalah penjaga masa depan, penentu wajah bangsa,” tegas Maria L. Werang, S.Pd, membuka sesi webinar pendidikan bertema “Tanggung Jawabku, Masa Depanku!” yang digelar oleh PGRI Kabupaten Flores Timur, Jumat sore (30/5).

Dengan gaya tutur yang tenang namun penuh daya dorong, Maria mengajak para peserta guru, untuk merenungkan satu hal mendasar yang kerap dilupakan: karakter.

“Banyak anak hari ini mahir memainkan teknologi, pandai berbahasa asing, cakap berhitung. Tapi bagaimana dengan kejujuran, tanggung jawab, rasa hormat, dan empati?” tanyanya retoris. Webinar ini seolah menjadi ruang refleksi bersama bahwa kecerdasan kognitif saja tak cukup untuk menaklukkan dunia masa depan.

Dalam paparannya, Maria menggarisbawahi bahwa tanggung jawab adalah benih yang mesti ditanam sejak dini, baik di rumah maupun di sekolah. Ia menyodorkan fakta-fakta konkret tentang krisis karakter di kalangan pelajar dari hilangnya rasa malu saat melanggar aturan, hingga meningkatnya kekerasan verbal antar teman sebaya.

Namun bukan tanpa harapan. Maria mengisahkan berbagai praktik baik dari sekolah-sekolah yang menanamkan nilai tanggung jawab melalui kegiatan sederhana: piket kelas, tugas kelompok, hingga pelibatan siswa dalam pengambilan keputusan sekolah.

“Tanggung jawab itu menular. Kalau seorang anak melihat gurunya konsisten, orang tuanya jujur, maka ia akan tumbuh dengan karakter yang kuat,” ungkapnya.

Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan reflektif PGRI Flores Timur dalam mengisi Hari Pendidikan Nasional. Wakil Ketua PGRI Flores Timur, Egidius Demon Lema, menyebut kegiatan ini sebagai “alarm pengingat” agar pendidikan karakter tidak dikesampingkan dalam era digital.

“Dari webinar ini kita diingatkan, bahwa tugas kita bukan hanya mengajar, tapi mendidik bukan hanya memberi ilmu, tapi juga membentuk watak,” ujar Egidius usai kegiatan.

Dengan semangat membangun generasi berkarakter, Maria L. Werang menutup sesinya dengan sebuah kalimat yang menggugah: “Setiap tanggung jawab kecil yang dijalankan hari ini, adalah fondasi masa depan anak-anak kita. Dan masa depan itu dimulai sekarang, bukan nanti.” (Humas PGRI Flores Timur)

Scroll to Top