
Maksimus Masan Kian/ Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, mengajak para guru dan siswa untuk memanfaatkan libur semester dengan cara yang edukatif dan membumi di Pulau Solor. Ia mendorong agar liburan tidak hanya dimaknai sebagai waktu bersantai, melainkan sebagai momen untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan daerah sendiri.
“Ayo kita ramai-ramai bawa keluarga ke Solor. Isi liburan semester ini dengan kegiatan edukatif!” seru Maksimus dalam keterangannya, Rabu (19/6/2025). Ajakan ini ditujukan kepada para guru, kepala sekolah, siswa, dan keluarga besar dunia pendidikan di Flores Timur untuk ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan budaya dan wisata yang digelar di Pulau Solor.
Dua agenda utama yang akan berlangsung adalah Seminar Budaya bertajuk “Solor dalam Lintasan Peradaban Dunia” dan Solor Fun Run, yang diharapkan menjadi ruang interaksi lintas generasi sekaligus pengenalan lebih dalam terhadap warisan budaya lokal. Menurut Maksimus, Solor adalah salah satu pulau dengan jejak sejarah panjang dan pesona alam yang tidak kalah menarik dibanding Bali, Yogyakarta, atau Labuan Bajo.
Selain kegiatan ilmiah dan olahraga, acara ini juga akan diramaikan oleh penampilan musik dari Justy Aldrin, penyanyi asal Maluku Tengah yang dikenal lewat lagu-lagu populernya di wilayah Indonesia Timur. Kehadiran seniman ini diharapkan mampu menghidupkan suasana serta membangun koneksi emosional dengan generasi muda lewat musik bernuansa lokal.
Panitia juga menyiapkan bazar UMKM lokal, kegiatan penanaman pohon cendana sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, serta doorprize menarik bagi peserta. Semua rangkaian ini dikemas dalam nuansa kebersamaan yang sehat, meriah, dan tetap mengandung nilai-nilai pendidikan karakter.
Ketua PGRI Flores Timur juga mendorong agar para kepala sekolah memberi ruang bagi siswa untuk merekam pengalaman mereka dalam bentuk tulisan, foto, atau video kreatif. “Biarlah mereka belajar dari alam, budaya, dan pengalaman nyata. Itu jauh lebih mengena dibanding sekadar materi di kelas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk oleh insan pendidikan. Cinta terhadap daerah tidak bisa ditanam hanya lewat ceramah, tetapi harus dilatih melalui perjumpaan langsung dan pengalaman yang membekas.
“Sebelum kita mengajak orang lain mencintai Flores Timur, kita sendiri harus terlebih dahulu jatuh cinta pada daerah ini,” tutup Maksimus. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli Uran yang terus menggagas ruang kreatif dan partisipatif dalam membangun wajah baru pariwisata Flores Timur. (Humas PGRI Flores Timur)
