
Mutu pendidikan sangat ditentukan oleh mutu guru. Mutu guru, salah satunya ditentukan oleh baik buruknya sistem yang diterapkan dalam mendukung pengembangan profesi yang diemban.
Meningkatkan mutu guru, tidak sekedar pada tataran slogan dan wacana, tetapi mesti mendarat pada giat nyata melalui pelatihan, bimtek, workshop, secara kontinyu dan merata serta terukur dalam mendongrak profesionalisme guru. Anggaran yang tersedia, tidak lalu dihabiskan pada program program normatif yang bias, tetapi dapat disalurkan secara tepat pada sasaran yang mampu menopang guru untuk berdaya, berkreasi dan berinovasi dalam pembelajaran.
Masih banyak guru belum tersenyum, belum legah, sebab sejumlah kebijakan baru sebatas janji. Ketidakadilan masih menimpa guru jika kita bicara hak-hak yang harus diterima. Mestinya, guru tidak boleh dirugikan. Sebab, jika guru dirugikan, berkorelasi pada kinerja yang berdampak pada mutu.
Banyak hal positif telah dilahirkan oleh Pemerintah dalam mendukung peningkatan profesionalisme dan kesehjateraan para guru, namun perlu dan terus direfleksikan sejauh mana kebijakan yang sungguh-sungguh serius membantu guru.
“Pimpin pemulihan, bergerak untuk merdeka belajar”. Demikian tema yang diangkat pada Hardiknas 2022. Menarik memang. Namun, tidak boleh diabaikan adalah bagaimana menciptakan guru merdeka sebelum guru dituntut menjadi pelaku yang bergerak untuk memerdekakan. Dalam artian, disaat guru sudah merdeka secara profesional dan kesehjateraan ia akan menjadi aktor terbaik untuk bergerak menciptakan merdeka belajar.
Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional 2022 buat semua sahabat guru se Nusantara.
