Agupena Flotim Memantik Bara Literasi di Dapur Rumah Rindu

Literasi adalah keniscayaan. Namun banyak yang belum percaya diri memulainya di lingkungan sekolah. Tidak sedikit yang betah pada zona nyaman. Dan menganggap enteng pentingnya literasi. Kelak, kita akan menjadi penonton sebuah perubahan sambil menggigit jari sendiri.

Kendati masih “tege lege” membenahi segala sendi pendidikan di Rumah Rindu, Kepala SMPN Rumah Rindu terus membakar semangat siswa dan para guru untuk terua menata diri dan lembaga menjadi lebih baik. Pada momentum MOS, Panitia menyiapkan satu hari untuk pengenalan literasi terhadap siswa/i baru. Dan Agupena Flotim yang selalu “gatal” bicara literasi, tak mau menolak kesempatan berbagi ini. Wakil Ketua Agupena Flotim, muhammad Muhammad Soleh Kadir dalam sapaannya menyampaikan, Agupena Flotim sangat bahagia dalam berbagi. Sedikit yang kami bagi ini mudah-mudahan menjadi pemantik literasi sebagai fondasi Rumah Rindu.

Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 ini, Adotim, membawakan materi motivasi menulis dan menulis cerpen. Kaka Ustad Azam Putra Lewokedaberbagi tips dan trik publik speaking. Asy’ari Hidayah Hanafi menyajikan strategi menulis puisi bersama Ketua DKR Adotim, Emby Bharezhy Boleng Metha. Amber Kebelen membawakan materi menulis berita feature.

Setelah merampungkan materi, Anggota Agupena Flotim ini disuguhi muko koli dan ikan sagu. Menu sederhana, racikan jemari Ama-Ama Guru dan Ina-Ina Guru Rumah Rindu menjadi asupan kekeluargaan pada bentang daun pisang. Obrolan serius seputar profesi hingga kebersamaan yang gokil berganti topik. Selain kenyang dengan muko koli dan ikan sagu, kami juga kenyang dengan rasa. Ya, rasa yang seragam untuk bersama-sama menyulut asap literasi di Rumah Rindu kendati dapur rumah rindu kita belum mengepul. (Amber Kabelen)

#AngkutanPedesaan#

Scroll to Top