BERTEMU PEJABAT KEMENDIKBUDRISTEK YANG SEDERHANA DAN KOMUNIKATIF

Semakin tinggi jabatan, semakin rendah hati. Posisi yang berpengaruh di pusat pemerintahan tidak lalu membuat mereka angkuh. Jabatan strategis membuka kesempatan untuk berdampak positif pada orang lain dan lingkungan sekitar.

Kesan ini kami dapatkan pada pejabat di Kemendikbudristek. Dalam komunikasi Panitia HUT SMAK Darius dengan PGRI Flores Timur, memohon bantuan menghadirkan Narasumber Nasional bidang pendidikan, kami langsung membangun komunikasi dengan Pengurus Besar (PB) PGRI di Jakarta, dan dalam waktu yang tidak lama terkomunikasi dengan Dr. Yogi Anggraena, selaku Koordinator Pengembangan Kurikulum, Pusat Kurikulum dan Pengembangan, Badan Standar, Kurikulum dan Assesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek.

Karena berhalangan tugas ke Australia, kami diarahkan berkomunikasi dengan Dr. Baharudin, M.Pd, Pengembang Kurikulum Ahli Madya Pusat Kurikulum dan Pebelajaran BSKAP Kemendikbudristek. Kesan yang sama kami dapatkan. Cepat respon dan komunikatif.

Walau hanya berkomunikasi melalui whatsApp, mengirim surat secara online, Pejabat Kemendikbudristek bisa hadir sebagai salah satu narasumber pada Seminar Nasional yang diselenggarakan SMAK St. Darius dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Sekolah ke 40, hari ini Rabu (2/8/23).

Patut menjadi contoh. Pejabat yang tidak menunjukan kekuasaan secara berlebihan. Tidak mengekploitasi posisi untuk kepentingan pribadi dan menunjukan dominasi yang berlebihan. Dr. Baharudin,M.Pd mampu menggunakan wewenang secara bijaksana.

Hari ini, di momentum seminar nasional, dengan sangat menarik dan antusias, dari dapur kurikulum merdeka, Kemendikbidristek, Anggota Badan Pengurus YPLP PB PGRI ini membagikan informasi dan pengetahuan terupdate dan bermakna tentang implementasi kurikulum merdeka.

Usai memaparkan materi, sebelum kembali ke Jakarta, bersama Sekretaris Dinas PKO Flores Timur Bapak Simon Soge Makin, Dosen IKTL, Bapak Viki Lemba, Gurus Fisika SMAN 1 Larantuka, Bapak Pit Ratu Ile, Kepala SMPN 1 Lewolema, Bapak Kons Wungbelen, kami berpose bersama Dr. Baharudin, M.Pd (tengah) mencatat kenangan pertemuan ilmiah yang memberi energi positif ini. (MMK)

Scroll to Top