
Silverster Sina Wuan, S.Pd (Sekretaris Bidang Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan PGRI Kab. Flores Timur Masa Bakti 2020-2025)
Menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah (US), para guru tentu sudah sangat memahami langkah-langkah persiapan yang harus dilakukan. Salah satu aspek penting adalah menyiapkan soal sebagai instrumen evaluasi. Untuk jenjang SMP, umumnya soal-soal sudah rampung dan siap digunakan, sementara untuk jenjang SD, sebagian masih dalam tahap penyusunan dan verifikasi. Soal-soal ini tentunya harus memenuhi kriteria kualitas yang baik agar dapat mencerminkan capaian belajar siswa secara objektif.
Namun, di balik seluruh kesiapan teknis, kita kerap melupakan satu hal penting: suasana pelaksanaan ujian. Ujian Sekolah seharusnya menjadi “pesta akademik” yang menggembirakan, bukan momen yang menegangkan. Sayangnya, tradisi pelaksanaan ujian sering kali berlangsung dalam suasana penuh tekanan, dengan harapan agar siswa tertib. Padahal, ketertiban bisa tetap terjaga dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Suasana ujian yang ramah justru dapat meningkatkan rasa percaya diri dan fokus siswa.
Guru berperan besar dalam menciptakan suasana ujian yang menggembirakan. Hal sederhana seperti menyapa siswa dengan senyum dan sapaan hangat saat pagi, membantu siswa yang mengalami kesulitan teknis seperti pensil patah atau penghapus yang tertinggal, dapat membuat perbedaan besar. Penataan ruangan yang bersih, rapi, dan jika memungkinkan dilengkapi dengan kipas angin atau pendingin ruangan, juga akan sangat membantu menciptakan kenyamanan fisik.
Pelaksanaan Ujian Sekolah bukan hanya tentang mengejar nilai, tetapi juga tentang memberikan pengalaman evaluasi yang manusiawi dan berkesan. Hasil ujian memang penting sebagai data capaian akademik, tetapi lebih dari itu, nilai murni yang diperoleh siswa seharusnya menjadi bahan refleksi bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran di tahun-tahun berikutnya. Ujian seharusnya menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar penilaian akhir.
Selama bertahun-tahun, guru telah menanamkan ilmu pengetahuan, melatih keterampilan, dan membentuk karakter peserta didik. Tentu, ada banyak tantangan dan dinamika sepanjang proses itu. Tidak semua pengalaman menyenangkan, bahkan sering kali guru harus berhadapan dengan situasi yang membuat lelah dan kecewa. Namun, itu semua adalah bagian dari perjuangan yang mulia. Guru adalah pribadi yang selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anak didiknya.
Kini, ujian menjadi momen penutup dari perjalanan itu. Setelah ini, sebagian besar guru tidak lagi mengajar siswa yang sama. Maka, pelaksanaan ujian juga menjadi ruang perpisahan terakhir yang penuh makna. Guru memiliki tanggung jawab moral untuk meninggalkan kesan positif melalui tindakan-tindakan kecil yang penuh perhatian dan cinta.
Selamat melaksanakan Ujian Sekolah bagi seluruh sahabat guru. Mari kita hadirkan suasana ujian yang menggembirakan, karena pendidikan yang baik tak hanya mengukur, tetapi juga memanusiakan.
