COACHING CLINIK, KASEK SMPN 1 LEWOLEMA TANTANG GURU BERI RPP UNTUK SISWA

Ada hal menarik mengemuka pada kegiatan coaching clinik tingkat Satuan Pendidikan SMPN 1 Lewolema, Sabtu(3/2/24). Kepala SMPN 1 Lewolema, Wilbrodus K. Wungbelen dalam materi penguatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menatang para guru memberikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kepada para guru. Guru Berprestasi Kabupaten Flores Timur dua tahun berturut-turut ini mengkisahkan praktik baik saat menjadi guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Larantuka dimana dengan membagikan RPP pada anak, dapat meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik.

“Teman-teman sekalian, pernahkan teman teman guruku berpikir membagikan RPP kepada peserta didik?. Membagikan RPP kepada peserta didik, berarti kita benar-benar bergandengan tangan bersama mereka, bergerak bersama, belajar dari satu tahap ke tahap berikut secara bersama. Peserta didik tahu persis apa saja yang akan dilakukan oleh guru, dan apa yang akan dilakukan oleh peserta didik. Bisa dicoba teman-teman. Saya terpilih menjadi guru berprestasi Kabupaten Flores Timur dan Juara 3 tingkat Propinsi NTT salah satu praktik baik saya tentang hal tersebut,” kata Kons.

Pada kesempatan yang sama, mantan Wakil Kepala SMPN 1 Larantuka ini memaparkan bagaimana mengelolah kelas agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang menyenangkan. Ada beberapa hal yang dipaparkan yakni, KBM menyenangkan apabila metode pembelajaran yang digunakan tepat. Guru mampu memotivasi siswa, cara mengajar guru yang menarik, melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, tercipta atmosfer kelas yang nyaman dan menyenangkan serta guru melakukan latihan dan evaluasi yang berkala.

Sebagai pemimpin pembelajaran utama di SMPN 1 Lewolema, Kepala SMPN 1 Lewolema juga memberikan gambaran bagaimana guru mampu melahirkan pembelajaran yang inovarif.

“Bapa ibu teman teman sekalian, sesuai perkembangan zaman, kita dituntut untuk terus beradaptasi dan mampu berinovasi. Hal -hal yang diperhatikan untuk melahirkan inovasi dalam pembelajaran yakni memahami karakter siswa, pembelajaran digital, kemampuan intrapersonal, membuat media pembelajaran yang bervariasi dan menarik, menghasilkan soal HOTS ( Higher Order Thinking Skill)
dan lain-lain,” ungkap Kepala Sekolah.

Yan Surachman, Kepala Urusan Kurikulum SMPN 1 Lewolema dalam sesi refleksi menyampaikan pembelajaran dewasa ini memang sangat menantang. Proses belajar tidak berhenti pada saat KBM di sekolah tetapi harus terus menerus dihidupkan. “Pembelajaran kita tidak semata mata pada jam formal di sekolah tetapi dapat menggunakan berbagai media, dapat mengakses ke berbagai sumber,” kata Yan.

Scroll to Top