
Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd leader hebat milik PGRI, dari waktu ke waktu semakin menunjukkan kinerga kepemimpinan yang membanggakan. Anggota PGRI Se-Nusantara, semakin percaya dan simpati terhadap niatnya yang tulus melayani, pengorbanan yang tidak kenal lelah demi kesejateraan anggota dan perjuangan yang gigih menjaga eksistensi serta marwa organisasi.
Gaya kepemimpinannya semakin disanjung dan dihormati. Ia semakin melambung, dan kepercayaan dari anggota semakin kuat. Sama seperti tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menghempas. Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd bukan tanpa ujian. Namun, setiap ujian yang datang, Unifah malah semakin dipuji. Ketajaman pikiran, relasi yang baik dengan berbagai pihak, kekuatan dukungan dari anggota serta ketenangannya mampu menyelesaikan semua ujian dengan baik.

Education International (EI) melihat keberhasilan kepemimpinan Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd di PGRI, terus memberikan dukungan. PGRI dinilai mampu menjembatani guru dalam upaya mempengaruhi kebijakan untuk memberikan kesehjateraan dan keadilan. Perjuangan revisi UU ASN, pengangkatan 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menolak pembatalan penempatan guru PPPK yang lulus passing grade, pemberian pemikiran mempertimbangkan pembatalan pembahasan UU SISDIKNAS, dan upaya lainnya yang menunjukan keberpihakan organisasi terhadap anggota.

Anand Singh (Chief Regional Coodinator Of Educational Intern ational Asia Pacific, EIAP), pada 4-7 Desember 2023 bertempat di Grand Rohan Yogyakarta mengucapkan selamat kepada PGRI atas keberhasilan kinerga PGRI pada tahun 2023 terkait EI.


“PGRI sudah berada pada arah yang tepat dan pemimpin yang kuat. Para guru Indonesia semakin percaya dan bangga terhadap PGRI. Kami turut bangga. Kantor EI sudah pindah ke Bangkok Thailand dan Kuala Lumpur Malaysia. Program EI prioritas harus diimbaskan oleh para alumni. Kita menyatukan organisasi-organisasi guru di dunia karena mereka di bawah tekanan pemerintah dan orang-orang yang tidak paham bahwa pendidikan adalah kunci. EI melawan, seperti pemerintah Australia yang tidak mendukung dan membela guru maka mereka yang digulingkan. Yang diperjuangkan adalah siswa mendapat pendidikan terbaik dan guru mendapatkan gaji terbaik. Sebuah panel internasional menyatakan tentang hak dan kekurangan guru, siswa harus dididik oleh guru yang terbaik. Panel memiliki 56 rekomendasi, PGRI harus mengingatkan Kemenaker jika tidak melaksanakan rekomendasi tersebut. Konsorsium akan berjauang bersama PGRI, di depan, di belakang, dan di belakang. Kenaikan iuran yang diusulkan Yogya sangat bagus, karena iuran yang eksis apakah itu cukup untuk menjalankan dan mempertahankan organisasi? Bagaimana anggota diyakinkan untuk bersedia dinaikkan iurannya? Proposal kenaikan itu sudah harus disiapkan dengan dukungan pengurus dari bawah hingga atas,”ungkap Anand.
