Kepala BGP NTT: Perhatikan Mutu Konten Postingan di Media Sosial

Malam Senin 20 Mei 2024 saya mendapat kesempatan bertemu dengan rekan Fasilitator Guru Penggerak Angkatan 10 se Nusa Tenggara Timur. Berhimpunnya kami di Kota Kupang dalam agenda, Rapat Koordinasi Teknis Fasilitator Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 . Acara ini terselenggara secara hybrid. Lima puluh (50) Fasilitator dari NTT mengikuti kegiatan ini secara luring, sementara, sembilan belas(19) peserta yang berasal dari Maluku, Aceh, Papua terlibat secara daring.

Rakor  ini, merupakan pertemuan untuk pertama kalinya bagi para fasilitator. Momentum yang baik sebagai ruang belajar untuk berbagi pengalaman, berefleksi bersama dan saling memancarkan energi positif. Kebersamaan para Fasilitator menjadi kesempatan saling mengisi dan melengkapi antara satu dengan yang lain dalam melanjutkan pendampingan bersama Calon Guru Penggerak (CGP).

Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) NTT, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., pada kesempatan itu mengungkapkan, kegiatan rakor selain sebagai forum saling mengenal dan melepas rindu antara satu fasilitator dengan yang lain, forum Rakor juga untuk berefleksi akan esensi dari Pendidikan Guru Penggerak.

“Saat ini, kita juga banyak mendapat kritik dari luar, tetapi tentu seorang yang mengalami tahapan pendidikan Guru Penggerak baik sebagai CGP dan kemudian menjadi Guru Penggerak, Pengajar Praktik (PP), Fasilitator dan Instruktur tidak muda menyerah, terus berkreasi, dan menghasilkan inovasi. Salah satu cara mengimbangi kritik dari luar adalah memberi kabar secara edukatif melalui kanal media sosial. Diharapkan bagi seorang guru penggerak, Pengajar Praktik, Fasilitator, Instruktur tidak sekedar share di media sosial. Tidak asal posting, tetapi perlu memperhatikan konten postingan. Sangat diharapkan, konten postingan yang edukatif. Bukan soal banyaknya postingan, tetapi mutu postingan yang perlu diperhatikan, sehingga memberikan edukasi. Bahkan kelompok masyarakat yang awam akan pendidikan guru penggerak sekalipun bisa mengerti tentang apa yang dilakukan dalam tahapan pendidikan guru penggerak,”kata Wirman.

Rakor Fasilitator terlaksana pada Senin 20 Mei dan akan berkahir pada Rabu, 22 Mei 2024. Kegiatan ini memberikan manfaat yakni, adanya penambahan kapasitas bagi seorang Fasilitator dalam menjalankan peran pendampingan kepada Calon Guru Penggerak.

Scroll to Top