Kepala SMPN 1 Lewolema: Pendidikan Karakter yang Hidup dan Bergerak

Anak anak SMPN 1 Lewolema sedang melaksanakan bakti sosial di depan Mesjid AL-Munawarah-Delang, Senin 16 Juni 2025 (Sumber Foto: Akun Facebook SMPN 1 Lewolema)

Senin pagi, 16 Juni 2025, saat matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur ketika sekelompok anak berseragam kaus olahraga bertuliskan SMPN 1 Lewolema mulai berdatangan ke halaman Masjid AL-MUNAWARAH, Delang, Desa Tiwa Tobi, Kecamatan Ile Mandiri. Ada yang datang diantar orangtua, ada pula yang berjalan kaki atau menumpang mobil bak terbuka. Tujuan mereka satu: bergotong royong membersihkan rumah ibadah yang tengah dibangun di pesisir selatan Larantuka itu.

Pagi itu, halaman masjid menjadi saksi semangat kolektif puluhan siswa bersama para guru dalam kegiatan bakti sosial. Tanpa menunggu aba-aba, anak-anak segera menyingsingkan lengan baju. Mereka memindahkan material bangunan, mengumpulkan puing, dan membersihkan area sekitar. Di antara mereka tampak para guru seperti Ibu Lany Maran, Ibu Siska Kein, Ibu Ilon Piran, dan Ibu Yuli Ruron, Ibu Mardi Ruron, Pak Ato yang turun langsung, bahu-membahu bersama para siswa.

Peluh membasahi wajah, namun tak sedikit pun mengurangi antusiasme. “Anak-anak ini kalau disuruh kerja, mentalnya patut dipuji. Rajin sekali. Ini jadi latihan baik untuk kemandirian mereka kelak,” ujar Lani Maran, Guru Bimbingan Konseling SMPN 1 Lewolema.

Kegiatan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, siswa SMPN 1 Lewolema telah kerap terlibat dalam pembersihan rumah ibadah lain, kantor pemerintah, lorong desa, hingga pantai. Kepala sekolah, Wilbrodus Konstantinus Wungbelen, menegaskan bahwa aktivitas semacam ini adalah bagian dari strategi sekolah dalam menerapkan nilai-nilai Pendidikan Karakter Religius, Gotong Royong, dan Kepedulian terhadap Lingkungan.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa peduli terhadap sesama, terbiasa bekerja sama, dan mampu menjunjung nilai-nilai toleransi. Ini adalah bagian dari pembelajaran bermakna, langsung dari kehidupan nyata, Pendidikan karakter yang hidup dan bergerak” ujar Wilbrodus.

Ia juga menggarisbawahi bahwa pendekatan ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Flores Timur di bawah kepemimpinan Bupati Anton Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignas Boli Uran, yang mendorong penguatan pendidikan karakter di sekolah-sekolah.

Tidak hanya menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat. “Kami tidak ingin sekolah menjadi institusi yang menjaga jarak. Justru sebaliknya, kami hadir dan menyatu dalam kehidupan masyarakat,” tambah Wilbrodus.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak para orang tua untuk tidak ragu mendaftarkan anak-anak mereka di SMPN 1 Lewolema. “Mari bersama membentuk karakter anak-anak kita lewat proses belajar yang menyenangkan, kreatif, dan penuh makna. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat tumbuh menjadi manusia yang peduli dan bertanggung jawab.” (Lensa SMPN 1 Lewolema)

Scroll to Top