
Sejumlah Ketua PGRI Kabupaten dan Kota se Nusa Tenggara Timur bersepakat untuk siap berkontribusi membantu guru se NTT dalam melaksanakan berbagai kegiatan edukatif. Kesepakatan ini terbangun dalam forum diskusi terbatas Ketua PGRI Kabupaten dan kota pada Senin (29/5/23) melalui ruang zoom. Hadir pada kesempatan ini diantaranya, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sumba Timur, Malaka dan Sekretaris PGRI Sabu Raijua.

Aplonia Dethan, Ketua PGRI Kota Kupang pada forum tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pengurus PGRI Kabupaten Kota se NTT yang sejauh ini terus berjuang memberi diri dalam menjaga eksistensi organisasi. “Pak Ketua PGRI Flores Timur, angkat topi. Adik luar biasa. Kami mengikuti sepak terjang PGRI Kabupaten Flores Timur, sebagai Kakak, Mama, kami sangat bangga. Apa yang dilakukan oleh Adik dan kawan -kawan di Flores Timur, sungguh sangat menginspirasi dan mengingatkan kami pada memori masa lalu dimana kamipun pernah melewati masa masa produktivitas itu. Saya sangat setuju dan siap berbagi untuk guru se NTT pada kesepakatan yang akan datang dalam forum Ketua PGRI Kabupaten dan Kota berbagi untuk guru se NTT,” kata Apolonia.

Alberd Dano, Ketua PGRI Kabupaten Rote Ndao sangat setuju dengan adanya gagasan Ketua PGRI Kabupaten dan Kota berbagi. Baginya, inilah kesempatan terbaik untuk membuka ruang saling belajar antar guru guru se NTT. “Saya bersama dengan segenap Pengurus PGRI Kabupaten Rote Ndao sangat setuju dengan adanya gagasan membuka forum edukatif untuk guru guru se NTT. Para guru sangat membutuhkan kehadiran organisasi di tengah tengah mereka dalam memenuhi kebutuhan dan peningkatkan profesionalisme. PGRI Kabupaten Rote Ndao memberikan dukungan full atas niat dan rencana baik ini,” kata Alberd.

Melkianus Dju Rihi, Ketua PGRI Sumba Timur memberi respon positif. Fasilitator Program Pendidikan Guru Penggerak ini, menyatakan kesiapan untuk berbagi sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. “Saya siap untuk shering dan belajar bersama dengan guru-guru se NTT. Tentu, kita juga akan mendapatkan informasi dan pengetahuan baru pada ruang berbagi itu. Kiranya segera kita tunaikan gagasan ini,” kata Melkianus.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian mengatakan, dirinya sudah terbiasa sebagai eksekutor gagasan. “Saya sudah terbiasa sebagai eksekutor gagasan. Kita siap sukseskan. Kita mulai dengan pekan edukatif, pekan aspiratif, pekan profesionalisme, dan lain-lain. Gas,” kata Maksi.
