
Dominikus Nitsae/ Ketua Kabupaten PGRI TTU
Ketua Kabupaten PGRI Timor Tengah Utara (TTU) Dominikus Nitsae, S.Pd mengapresiasi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh rekan seperjuangan PGRI Kabupaten Sabu Raijua pada Senin (8/1/24) menuntut hak para guru di Sabu Raijua.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Pengurus PGRI dan anggota di Sabu Raijua di halaman kantor DPRD Kab. Sabu Raijua hingga berlanjut ke Kantor Bupati Sabu Raijua terjadi karena terhambatnya pembayaran tunjangan guru dan pegawai di tahun 2023 yaitu Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan IV kurang lebih 344 guru, Tunjangan Non Sertifikasi 4 bulan sebanyak 525 guru dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 12 bulan untuk 52 sekolah.
Terkait aksi ujuk rasa ini, Ketua PGRI TTU mengapresiasi Pengurus PGRI Kabupaten Sabu Raijua yang gagah berani turun ke jalan untuk memperjuangkan hak guru.
” Ini satu keberanian yang luar biasa karena sebelumnya ada surat edaran melalu WhatsApp yang berisi intimidasi untuk guru agar tidak terlibatan dalam aksi hari ini, jika surat edaran itu benar maka saya mau mengingatkan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan di kabupaten Sabu Raijua dilakukan oleh Pengurus PGRI Kabupaten Sabu Raijua dan anggota PGRI di kabupaten Sabu Raijua sudah tepat. Tidak ada yang salah dari aksi ini,”kata Dominikus.
Lebih lanjut, Ketua PGRI TTU ini mengatakan, salah satu wewenang Organisasi Profesi Guru adalah memberikan perlindungan profesi guru. “Pada poin ini, jelas bahwa profesi guru tidak terlepas dari hak dan kewajiban. Kami PGRI Kabupaten se NTT siap turun ke Sabu jika diperlukan,” tegas Dominikus.
