
Komunitas Belajar Lembah Welo (LEWO) pada Sabtu (14/9/24) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Guru dan Kepala Sekolah dalam persiapam mengikuti Lomba Inovasi Guru dan Kepala Sekolah yang diselenggarakan Oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur. Kegiatan di SMPN 1 Lewolema ini, melibatkan 15 Guru dan 1 Kepala Sekolah.
Kegiatan Bimtek Guru dan Kepala Sekolah merupakan kegiatan perdana Komunitas Belajar LEWO (Lembah Welo). Menurut Maksimus Masan Kian, Ketua Komunitas LEWO, secara filosofi lembah mengambarkan topografi kampung Welo yang ada di dataran rendah (lembah) dan LEWO atau LEWOTANA menggambarkan asal kampung halaman.

Komunitas Belajar LEWO (Lembah Welo)
“filosofi lembah mengambarkan topografi kampung Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema yang ada di dataran rendah (lembah) tempat letaknya SMPN 1 Lewolema. Melalui komunitas belajar ini, kami berusaha untuk berkarya dan bisa muncul ke permukaan. Walau lokasi kami di Lembah, mimpi tetap di langit. Selanjutnya, LEWO atau LEWOTANA artinya kampung. Secara Lamaholot, LEWO atau LEWOTANA, memiliki kekuatan untuk memberikan doa mendukung setiap orang yang berkarya di kampung itu. Kami yakin, Leluhur Lewotana di Welo, Lamatou, Desa Painapang memberikan dukungan,”kata Maksi.
Wilbrodus K Wungbelen, Kepala SMPN 1 Lewolema memberikan apresiasi yang tinggi atas ide lahirnya Komunitas Belajar LEWO. ” Ini merupakan karya inovatif yang besar yang dilakukan Oleh Komunitas Belajar LEWO. Kegiatan yang disiapkan sangat bagus dan wajib diikuti oleh semua guru termasuk Kepala Sekolah. Proses kreatif yang terbangun hari ini, di sekolah kita menjadi kebanggan. Kolaborasi yang luar biasa. Menjemput tema umum lomba tahun ini yakni mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada Murid melalui Kurikulum Nasional, mari kita secara aktif berpartisipasi dalam mendukung program kreatif Dinas PKO Kabupaten Flores Timur ini. Sangat diharapkan, dari waktu ke waktu, guru dan Kepala Sekolah secara bersama mencoba hal yang baru dan membudayakan refleksi. Melalui ajang ini, kita saling belajar dan mengenal praktik baik antara satu guru dengan yang lainnya.
Maksimus Masan Kian, Ketua Komunitas Belajar LEWO sekaligus narasumber pada kesempatan itu mengajak para guru membangun komitmen untuk terlibat dengan melakukan refleksi hal hal baik yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran, tinggal dibuatkan dokumentasi sesuai permintaan penyelenggara dan dapat didaftarkan sebagai peserta. Ada sejumlah rancangan awal inovasi dari SMPN 1 Lewolema yang akan diikutsertakan diantaranya pembelajaran berdiferensiasi, Pembelajaran terkait Sosial Emosional, Coaching, Media Pembelajaran, Budaya Positif, digitalisasi dan lain-lain.
Salah satu peserta Anastasia Akelina dalam pernyataannya mengatakan siap mengikuti lomba dengan target ingin mendapatkan pengalaman. “Tentunya, lomba ini bukan untuk mengejar juara ya, tetapi kesempatan untuk belajar dan ruang mencari pengalaman baru,”kata Anastasia. (Humas PGRI Flores Timur)
