MENGENAL KABID PAUD DAN DIKMAS DINAS PKO FLOTIM SERTA PROGRAM KERJANYA

 

Maria Goreti Tukan (Kepala Bidang Pembina PAUD dan Dikmas Dinas PKO Kab. Flores Timur)

Jumat, 10 Juni 2022 saya mendapat kesempatan bertemu dengan Kepala Bidang Pembina Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyakarat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur di ruang kerjanya. Walau baru pertama kali bertemu, saya diterima dengan sangat bersahabat.

Siapa sosok perempuan hebat yang kini mendapat peran sebagai Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas PKO Kabupaten Flores Timur?. Ia Bernama, Maria Goreti Tukan. Dari nama belakangnnya, sudah bisa ditebak dari mana asalnya. Ya…Maria Tukan berasal dari Waibalun. Seorang Wanita pekerja keras yang suka bekerja di lapangan. Ia merupakan Alumni dari salah satu Universitas di Bogor-Jakarta Jurusan Ekonomi.

Sudah Sembilan bulan, Ia mengemban tugas sebagai pelayan pada Dinas PKO Kabupaten Flores Timur dalam urusan PAUD. Posisi ini, sebelumnya diemban oleh Siprianus Rendra. Maria Tukan sebelum mendapat tugas di Dinas PKO, kurang lebih selama sebelas tahun bekerja  pada bidang Pemberdayaan Masyarkat dan Desa di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Flores Timur.

Maria Goreti mengisahkan, awal bertugas, ia sering mengalami kendala terkait dengan istilah dan beberapa hal baru di dalam dunia pendidikan. Tetapi karena semua staf di bidang Pembina PAUD dan Dikmas berpengalaman di bidangnya mau berbagi ilmu dan akses informasi, saat ini tidak sulit jadi beliau bisa beradaptasi dengan baik. “Awal bertugas di Dinas PKO pada Bidang PAUD sedikitnya saya mengalami kesulitan terkait istilah dan beberapa hal baru di dalam dunia Pendidikan, beruntungnya saya adalah memiliki staf senior yang sangat berpengalaman dan mereka dapat mendampingi saya untuk beradaptasi dan proses pembelajaran awal itu berjalan dengan lancar. Saya sangat berterima kasih,”kata Maria.

Goreti Tukan mengaku senang  bekerja di lapangan. “ Saya senang berada di lapangan. Sehingga selama sembilan bulan bekerja ini, saya lebih sering di lapangan mengunjungi TK PAUD, juga mengunjungi Pendidikan Kesetaraan Berbasis Masyarakat yang ada di Flores Timur ini untuk berdialog secara langsung melihat kekurangan dan keunggulan dari setiap sekolah untuk sekiranya ada pembenahan,” katanya.

“ Saya senang berada di lapangan. Sehingga selama sembilan bulan bekerja ini, saya lebih sering di lapangan mengunjungi TK PAUD, juga mengunjungi Pendidikan Kesetaraan Berbasis Masyarakat yang ada di Flores Timur ini untuk berdialog secara langsung melihat kekurangan dan keunggulan dari setiap sekolah untuk sekiranya ada pembenahan,” (Maria Goreti Tukan)

Program yang sudah dilaksanakan Bidang PAUD adalah Mensosialisasikan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah TK PAUD se Kabupaten Flores Timur melibatkan Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur jenjang TK. Ia berharap, semua Satuan Pendidikan tingkat TK PAUD bisa mengimplemtasikan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai upaya melanjutkan  Program Kementrian Pendidikan seperti Lingkungan Belajar Berkualitas, Literasi Dasar, Program Kesiapan Bersekolah. Karena, menurut Maria, Flores Timur adalah satu-satunya Kabupaten Kota di NTT yang mendapatkan Program ini selain program sebelumnya yang sudah dijalankan yakni, Penjaminan Mutu satuan PAUD, dan Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Kabupaten.

Kepala Bidang PAUD juga memaparkan tahun 2022, Ada  18 Sekolah TK Negeri, 334 TK Swasta yang aktif dan ada ada 297 TK tidak aktif karena persoalan administrasi. Sedangkan ada sekitar 8 Pendidikan Kesetaraan Berbasis Masyarakat (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Milik Pemerintah. Untuk Guru TK yang berstatus Negeri, ada 175 Orang dan ada 92 Guru TK berstatus Kontrak Daerah. Selain itu ada di atas ratusan Guru TK yang berstatus Honor yayasan dan Desa.

Kesan Kepala Bidang terhadap perkembangan TK PAUD di Flores Timur bahwa, TK PAUD sudah berjalan bagus pengelolaannya, namun ada beberapa TK PAUD di Desa yang terputus komunikasinya dengan pihak Desa sehingga segala hal yang sekiranya bisa dibantu oleh Desa akhirnya tidak terakomodir dengan baik. “Guru TK PAUD, mereka luar biasa karena kesabaran mereka dalam menangani anak-anak itu tingkat Dewa. Mereka hebat dalam memerankan diri sebagai Guru, Ibu dan teman buat anak-anak. Tetapi sayang, tidak semua Guru TK PAUD yang punya basic Pendidikan TK PAUD yang belajar langsung tentang dunia TK PAUD. Ada juga Guru yang berlatar belakang pendidikan SMA yang mengabdi pada Satuan Pendidikan tingkat TK PAUID lalu ada kesempatan untuk sekolah di Universitas Terbuka maka mereka mengambil kesempatan itu. Saya senang karena mereka melek Pendidikan. Tetapi karena tidak kuliah secara Reguler sehingga kadang mereka kesulitan beradaptasi dengan hal-hal penting yang dibutuhkan oleh Guru TK PAUD. Namun pada umumnya semua mereka hebat dan luar biasa,”kata Maria.

Maria Goreti Tukan menyampaikan beberapa harapannya antara lain, (1) semoga semua pengelola TK PAUD bisa membangun satu pikiran tentang Rancangan Aksi Nasional terkait dengan Pengembangan PAUD Holistik Integratif (Pengelolaannya harus baik, harus ada kemitraan antara Pihak Sekolah dengan Orang tua, layanan pemenuhan kebutuhan anak  seperti gizi, Tenaga Pendidiknya harus berlatar belakang pendidikan TK PAUD dan harus mendapatkan ruang Pelatihan, diklat yang banyak) dengan didukung oleh POKJA Bunda PAUD bersama dinas PKO semoga bisa didorong untuk membuat PERBUP terkait itu, (2) Adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Desa dengan TK PAUD sehingga bisa mendukung program-programnya dan juga bisa lebih serius mengangani kesejahteraan Guru TK PAUD (3) Anggaran di Dinas memang terbatas, sehingga semua program yang dibuat harus dikondisikan dengan keadaan yang ada. Tetapi PNS memang tahu tugasnya. Sehingga harus tetap meaksimalkan setiap program agar terlaksana dengan baik walau minim dana. Berharap Pandemi tidak lagi menjadi penghalang sehingga semua bisa kembali normal, (4) Pemerintah Desa bisa memberi ruang bagi Guru TK PAUD untuk bisa bekerja sama dengan tim kesehatan agar bisa mengambil bagian dalam Posyandu. Sekiranya mereka diberi ruang untuk bisa memberi informasi terkait Parenting. Pendidikan dasar di dalam rumah yang harus diketahui, di pelajari dan diterapkan di dalam keluarga oleh Ibu. Karena banyak sekali Ibu-Ibu muda usia produktif yang tidak punya pendidikan dasar yang kuat sehingga berimbas pada kualitas hidup anak, (7) Semoga ada kesempatan bagi Guru TK PAUD untuk bisa melakukan Studi Banding di sekolah yang good blue printnya. Untuk kemudian bisa diadopsi di satuan pendidikan asalnya dan (8) Semoga PGRIFlores Timur juga mau membuka ruang kerjasama dengan Dinas PKO dalam hal ini Bidang Pembina PAUD dan Dikmas agar bisa sama-sama memberi ruang belajar seluasnya bagi Guru TK PAUD dan Para Tutor di SKB, juga di PKBM-PKBM yang ada di Flores Timur.

Sembilan bulan waktu singkat dengan banyak Karya tercipta dan mimpi yang masih tertunda untuk dicpta KABID Pembina PAUD dan Dikmas Dinas PKO Kabupaten Flores Timur.

Penulis : Maria Natalia Ana Yusti (Astry)/ Sekretaris Bidang Pemberdayaan Perempuan PGRI Kabupaten Flores Timur 2020-2025

Scroll to Top