
Penerbit Erlangga gandeng Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yapersuktim) dan Dewan Pendidikan Kabupaten Flores Timur siap mensosialisasikan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (IKM) di Kabupaten Flores Timur pada Senin- Selasa (1-2/8a/22). Kolaborasi ini dibangun, Senin (11/7/22) di Kantor Yapersuktim Keuskupan Larantuka, antara Penerbit Erlangga, Yapersuktim, Dewan Pendidikan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur.
Ketua Yapersuktim, Romo Thomas Labina, Pr pada kesempatan itu menyampaikan, era saat ini adalah era kolaborasi dan bukan kompetisi. Yapersuktim dan Dewan Pendidikan terapanggil untuk turut berkontribusi membangun pemahaman kepada guru- guru di Kabupaten Flores Timur terkait Implementasi Kurikukum Merdeka Belajar yang saat ini gencar diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi Republik Indonesia.
Menurut Romo Thomas, kurikulum merupakan operasional pembelajaran di sekolah dan aktor untuk menerapakannya adalah guru. Oleh karena itu, membangun pemahaman kepada guru sejak dini adalah langkah yang tepat. “Kita punya kepedulian yang sama membangun mutu Pendidikan di daerah. Oleh karena itu, yang kita harapkan adalah, kerja- kerja kolaborasi dan bukan kompetisi. Yapersuktim dan Dewan Pendidikan Kabupaten Flores Timur tidak akan henti berkontibusi, baik melalui pemikiran maupun aksi nyata dalam mendukung peningkatan mutu Pendidikan di Kabupaten Flores Timur. Bersama Penerbit Erlangga, kita akan membuka ruang belajar bersama 13 Guru Penggerak, 3 Pengajar Praktik Angkatan 2 dan 50 guru pada SD Kelas 1 dan 4 dan SMP pada kelas 7 yang kita laksanakan sosilisasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar secara tatap muka di dua titik yakni pertama di Daratan Flores untuk teman teman guru di daratan Flores dan Solor dan satu titik lagi di Pulau Solor,”terang Romo Thomas.
Senada dengan Ketua Yapersuktim, Bernadus Beda Keda, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Flores Timur mengatakan, setiap elemen Pendidikan di daerah baik di pemerintahan, organisasi profesi maupun kelompok atau komunitas yang bergerak dalam dunia Pendidikan mesti bergerak cepat dalam menterjemahkan kebijakan secara nasional. Terkait Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur ini mengatakan mesti ada pendampingan segera dan berkelanjutan. Tidak saja pada tataran secara teoritis tetapi praktik yang dapat membangun pemahaman para guru secara utuh. “Hampir setiap hari jika kita ikuti di media, informasi bergulir dengan begitu cepatnya. Banyak hal baru secara nasional yang mendorong kecepatan elemen di daerah untuk menterjemahkan dan melaksanakannya. Oleh karena itu, mari kita berkolaborasi dan bergandengan tangan bersama dalam merespon setiap perkembangan yang terjadi. Saat ini sedang hangatnya akan diImplementasikan Kurikulum Merdeka belajar di sekolah- sekolah dan Dewan Pendidikan Flores Timur sebagai mitra pemerintah sangat siap untuk berkolaborasi baik dalam merajut pemikiran maupun bersama dalam aksi nyata, khusus untuk wacana yang satu ini”kata Bernad.

Tim dari Erlangga yang hadir bersama pada kesempatan itu diantaranya, Guntur Dian Harmiko, M . Dominggus, Jainuddin Tamba, Rikki Tobing, dan Margiyanto. Guntur Dian Harmiko, Kepala Perwakilan Penerbit Erlangga Flores mengatakan, Penerbit Erlangga kini sedang gencar melakukan pendampingan guru se Nusantara terkait Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Target Penerbit Erlangga yakni membangun pemahaman di kalangan Kepala Sekolah dan Guru terkait Kurikulum Merdeka Belajar. “Kami dari Penerbit Erlangga dalam membangun pemahaman kepada Kepala Sekolah dan Guru terkait Kurikulum Merdeka Belajar tidak saja pada materi atau secara teori semata, tetapi selama dua hari nanti, kita akan belajar bersama baik secara teori, juga praktik sederhana yang membekas di kalangan Bapa Ibu Guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah. Kami sangat menyadari, kehadiran kami nanti bukan sebagai narasumber tunggal karena akses informasi terkait Kurikulum Merdeka Belajar tentu juga secara mandiri dilakukan oleh teman- teman. Apalagi, teman – teman guru penggerak, tentu sangat mendalaminya. Forum sosialisasi nanti, kita akan belajar besama,” kata Guntur.
Guntur juga menambahkan, Penerbit Erlangga bukan baru kali ini datang di Kabupaten Flores Timur, tetapi pada awal tahun 2022, bersama Yapersuktim dan Dewan Pendidikan keliling beberapa titik di Kabupaten Flores Timur mesosialisasikan dan melakukan pendampingan kepada Kepala Sekolah dan Guru tentang Perpusatakaan Digital yang saat ini sudah digunakan oleh beberapa sekolah di Kabupaten Flores Timur.
Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur mengapresiasi kehadiran Penerbit Erlangga di Kabupaten Flores Timur. Bagi Maksi, setiap terobosan positif dan inovatif untuk peningkatan profesionalisme guru di Kabupaten Flores Timur secara lembaga PGRI Flores Timur sangat mendukung. “Kami memberikan apresiasi dan dukungan kepada Penerbit Erlangga untuk berkegiatan di Flores Timur dalam mendukung Kepala Sekolah dalam meningkatkan profesionalismenya. Pilihan mengandeng Yapersuktim dan Dewan Pendidikan adalah langkah strategis. Selanjutnya, PGRI Flores Timur berharap, kolaborasi juga mesti dibangun bersama Dinas PKO Kabupaten Flores Timur sebagai lembaga teknis yang bertangungjawab dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar di Kabupaten Flores Timur,”kata Maksi. (Humas PGRI Flotim)
