PGRI FLOTIM GELAR KONFERENSI KERJA KABUPATEN II

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur saat memberikan sambutan pembukaan pada Konferensi Kerja Kabupaten II, Kamis (29/12/22) di Hotel ASA Larantuka

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur menggelar Konferensi Kerja Kabupaten II, Kamis (29/11/22). Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Asa Larantuka ini dihadiri oleh unsur Pengurus PGRI NTT, Pengurus PGRI Kabupaten dan Pengurus PGRI Cabang.

Ketua Panitia, Ferdinandus Boro Nama, saat memberikan Laporan Panitia

Ferdinandus Boro Nama, Ketua Panitia Pelaksana, dalam laporannya menyampaikan Konferensi Kerja Kabupaten menjadi forum organisasi yang penting dan wajib untuk dilaksanakan. Ferdi menyampaikan PGRI Flores Timur sangat disiplin dalam menjalankan forum -forum organisasi sesuai amanat Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai wujud tangung jawab dalam menjaga eksistensi organisasi.

Menyambung apa yang disampaikan Ketua Panitia, Maksimus Masan Kian Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur Flores Timur mengatakan sedikitnya ada tiga tujuan penting pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten yakni pertama sebagai forum pertangungjawaban kinerga meliputi laporan pelaksanaan program dan keuangan, kedua merancang program yang akan dilaksanakan di tahun depan 2023 dan melakukan pergantian kepengurusan yang dipandang pasif pada tahun berjalan termasuk yang membuat permohonan mengundurkan diri dengan alasan privasi.

“Melaksanakan Konferensi Kerja adalah wibawa dari pengurus. Program boleh dijalankan, kegiatan-kegiatan dilaksanakan tetapi tidak ada laporan pertangungjawaban diakhir tahun rasa rasanya belum lengkap. Bagi saya, laporan pertangungjawaban adalah hal yang mutlak dan tidak bisa tawar tawar. Dengan adanya laporan pertangungjawaban, baik program maupun keuangan, kita akan menemukan kekurangan pada bagian mana yang akan diperbaiki dan keunggulan yang akan dipertahankan dan ditingkatkan. Kami tidak merasa kesulitan dalam menyampaikan laporan karena semua program yang kami rencanakan seratus persen dilaksanakan baik program wajib, program kreatif yang bersifat tentatif,maupun kegiatan -kegiatan yang tidak terprogram tetapi dilaksanakan demi memenuhi kebutuhan guru se Kabupaten Flores Timur,” kata Maksi.

Sementara itu, Simon Petrus Manu Ketua PGRI NTT dalam sambutan membuka kegiatan secara daring dari Kota Kupang mengatakan rasa bangga dan apresiasi kepada Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur yang sungguh sungguh memberi diri demi hidup dan terus tumbuh PGRI di Kabupaten Flores Timur. Bagi Simon, PGRI Flores Timur patut dicontohi dan dirinya mendorong agar PGRI di Kabupaten lain se NTT bisa datang ke Flores Timur untuk studi banding. “Kami Pengurus PGRI NTT selama dua tahun ini terus memantau dan memang sungguh kami bangga dengan gerakan PGRI Flores Timur. Jelas terbaca dalam laporan yang kami terima, dua tahun ini selalu seratus persen terealisasi. Sangat solid bergerak. Program strategis dijalankan, program peningkatan kompetensi guru terus dilaksanakan, konsolidasi yang luar biasa dan selalu disiplin menjalankan forum-forum organisasi. Kami mendorong agar PGRI di Kabupaten lain boleh melakukan studi banding di PGRI Kabupaten Flores Timur,” kata Simon.

Dalam laporan di Forum Konferensi kerja terekam sedikitnya ada 14 program wajib seratus persen dilaksanakan diantaranya Workshop Penyusunan Angka Kredit bagi guru, penyusunan Dupak, Workshop Media Pembelajaran, Gala Siswa PGRI Kabupaten Flores Timur, dan lain-lain. Sementara program kreatif yang dilaksanakan diantaranya, Lomba Tata Taman Sekolah, Lomba Guru Inspiratif, Lomba Mars PGRI, dan ada 15 program yang tidak direncakan tetapi dilaksanakan demi memenuhi saran dan aspirasi. Total sedikitnya ada 40 program yang berhasil digolkan oleh PGRI Flores Timur di tahun 2022.

Bagian lain laporan menampilkan bagaimana PGRI sebagai wadah profesi guru selalu memberikan dampingan kepada guru dalam kendala apapun, termasuk persoalan hukum. Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian program. Forum menyepakati untuk segera diluncurkan program Pembangunan Rumah Guru Flores Timur di tahun 2023.

Sementara bagian akhir setelah catatan kreatif dan konstruktif dari Ketua PGRI Cabang, Pengurus PGRI membacakan sejumlah nama baru yang menempati posisi pada struktur PGRI Kabupaten Flores Timur di tahun 2023. Sejumlah nama baru itu diantaranya, Alfonsius Sina Hurit, Albert Da Gomes, Vinsensiana Muda Ledo, dan Gregorius Yosep Kromen.(Humas PGRI Kabupaten Flores Timur)

Scroll to Top