PROFIL PENJABAT BUPATI FLOTIM ALEXANDER DORIS RIHI

Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si, telah tiba di Kota Larantuka, Selasa (24/5/22). Ia siap bertugas selama kurang lebih dua tahun sebagai Penjabat Bupati Flores Timur. Kehadirannya disambut dalam nuansa kebudayaan. Semua warga Flores Timur memberikan doa dan dukungan terbaik untuk Bapak Doris Alexander Rihi dalam menjalankan tugas pengabdiaannya di Kabupaten Flores Timur.

Berikut profil Drs. Doris Alexander Rihi, MSi yang diakses dari https://radarntt.co/figur/2022/selamat-datang-ama-tana.

Drs. Doris Alexander Rihi, MSi lahir di Kupang, 29 Desember 1970. Ia memang berdarah Sabu Raijua. Tapi sejak kakeknya mereka telah mendiami Kota Kupang tepatnya di Oepura. Setelah menamatkan pendidikan di Kupang, ia menempuh sekolah kedinasan pada Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Setelah APDN berubah nama menjadi STPDN, Doris Rihi menjadi lulusan angkatan pertama tahun 1992. Menariknya, lulusan STPDN angkatan pertama itu harus mengikuti wajib militer (Wamil) di Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif). Dia kemudian menjadi Perwira Militer Sukarela dengan pangkat Letnan Dua Infantri dan bertugas di Kodim 0826 Pamekasan-Madura, Jawa Timur pada tahun 1993-1994. Ia dan teman-temannya nyaris saja menjadi tentara. Tetapi tawaran untuk tetap menjadi perwira militer oleh TNI dimentahkan oleh Menteri Dalam Negeri ketika itu, Rudini. “Setelah kami berhasil melaksanakan program ABRI masuk desa waktu itu, kami ditawari untuk tetap berdinas aktif di Tentara tapi Pak Rudini tolak. Dia bilang, tidak mereka ini Pamong Praja,” tuturnya mengenang peristiwa waktu itu. Pengalamannya di STPDN dan Militer membuatnya menjadi pribadi yang tegas, disiplin, matang, dan tidak takut dengan tantangan.

Tugas pertamanya sebagai PNS dirintis dari kabupaten Manggarai dengan menjadi staf pada kecamatan Langke Rembong tahun 1994. Satu tahun kemudian, dia dilantik menjadi Lurah pada Kelurahan Waso, kecamatan Langke Rembong, Manggarai. Usianya ketika dilantik belum genap 24 tahun. Dengan usia yang begitu muda, apalagi dirinya adalah “ orang baru” di wilayah itu, kehadirannya mula-mula mendapat tantangan dari masyarakat setempat. “ Mereka tidak mau saya jadi lurah di sana. Saya kemudian merenung dan berdoa. Setelah itu saya ketemu mereka. Saya bilang begini. Bapak mereka tidak salah kalau tolak saya. Kalau bapak mereka pergi Sabu juga pasti orang Sabu tolak bapak mereka. Ini bukan karena kita baku benci, tapi kita belum saling kenal saja. Setelah itu aman. Kami saling komunikasi dengan baik lalu saya dilantik, ” ujarnya.

Masih asik menjadi Lurah, ia akhirnya harus kembali mendapat tugas belajar. Setelah selesai pada tahun 1998, ia lalu ditempatkan di Setda Propinsi NTT pada Biro Organisasi.  Ia merintis karirnya di birokrasi secara perlahan dengan setia menjalankan setiap tanggung jawab yang diembannya. Beberapa jabatan dipercayakan kepadanya yakni: Kasubag Kelembagaan DATI I pada Biro Organisasi Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (2000-2001), Kasubag Kelembagaan Provinsi pada Biro Organisasi Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (2001-2002), Kasubag Prasaranan dan Sarana Kesehatan pada Biro Bina Sosial Setda Prov. NTT (2005-2008), Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat, Ketentraman dan Ketertiban pada Satpol Pamong Praja Prov. NTT (2008-2009), Kepala Bagian Humas dan Protokol pada Biro Umum Setda Prov. NTT (2009-2011), Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. NTT (2011-2013), Kepala Bidang Penyuluhan dan Layanan Informasi pada Badan Arsip Daerah Provinsi NTT (2014-2017), Kepala Bidang Pengawasan Kearsipan pada Dinas Kearsipan Provinsi NTT (2017-2018), Sekretaris Dinas Kearsipan Provinsi NTT (2018-2019), Plt. Kepala Dinas Kearsipan Provinsi (2018-2019), Kepala Biro Pemerintahan Setda Prov NTT (2019 – hingga kini).

Pada Tahun 2021, ketika Bupati Kabupaten Sabu Raijua mengakhiri masa kepemimpinannya, Doris Rihi ditunjuk menjadi Penjabat Bupati di sana. Ia dilantik pada 27 Maret 2021 dan bertugas selama enam (6) bulan sampai 16 September 2021.

Sumber            : https://radarntt.co/figur/2022/selamat-datang-ama-tana/, diakses Selasa (24/5/2022)

Scroll to Top