
Maksimus Masan Kian/Ketua PGRI Flores Timur (Kiri), Egidius Demon Lema/Wakil Ketua PGRI Flores Timur (kanan)
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sepanjang triwulan pertama tahun 2025. Berbagai agenda yang telah dilaksanakan mencerminkan komitmen PGRI dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memperjuangkan kesejahteraan guru di daerah tersebut.
Pada 4 Januari 2025, PGRI Kabupaten Flores Timur menetapkan komitmen untuk melanjutkan pembangunan Gedung Guru PGRI setelah menyelesaikan tahapan fondasi. Gedung ini diharapkan menjadi pusat kegiatan dan pengembangan kompetensi guru di Flores Timur.
Selanjutnya, pada 10 Januari 2025, PGRI mengadakan workshop bertema “Pemimpin Pembelajaran” bagi kepala sekolah dan guru di Kecamatan Adonara Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajemen pembelajaran di sekolah-sekolah.
Dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan guru, pada 13 Januari 2025, PGRI mengadakan audiensi dengan Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur. Pertemuan ini membahas berbagai persoalan guru, terutama terkait hak-hak kesejahteraan yang belum terpenuhi.
Selain itu, pada 15 Januari 2025, PGRI menyelenggarakan workshop mengenai pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Sementara itu, pada 16 Januari 2025, dilakukan audiensi dengan Komisi C DPRD Flores Timur untuk menindaklanjuti persoalan kesejahteraan guru yang belum direalisasikan.
Memasuki bulan Februari, PGRI mengadakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Pada 9 Februari 2025, digelar Training of Trainer (ToT) tentang dasar-dasar menjadi narasumber pelatihan guru. Sehari setelahnya, pada 10 Februari 2025, PGRI menyelenggarakan webinar tentang petunjuk teknis pendaftaran Seleksi Beasiswa LPDP Tahun 2025.
PGRI Kabupaten Flores Timur juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tingkat provinsi dan nasional. Pada 12 Februari 2025, perwakilan PGRI menghadiri Konferensi Provinsi di Jakarta, diikuti dengan Konferensi Kerja PGRI pada 13 Februari 2025. Pada hari yang sama, audiensi dengan Komisi C DPRD Flores Timur kembali digelar untuk membahas kesejahteraan guru.
Pada 25 Februari 2025, audiensi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur dilakukan guna mencari solusi atas permasalahan yang belum terselesaikan dalam audiensi sebelumnya. Sementara itu, di bulan Maret, PGRI kembali mengadakan webinar tahap II tentang Tes Bakat Skolastik (TBS) Beasiswa LPDP pada 22 Maret 2025.
PGRI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan berpartisipasi dalam rangkaian penjemputan Almahrumah Rosalia Rerek Sogen pada 26 Maret 2025. Sebagai bentuk penghormatan, pada 30 Maret 2025, PGRI menganugerahkan gelar Pahlawan Pendidikan kepada Almahrumah Rosalia Rerek Sogen atas jasa dan pengorbanannya dalam dunia pendidikan. Guru yang mengajar Anak Papua, Anak Bangsa yang relah mati dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersejata (KKB), Organisasi Papua Merdeka (OPM). PGRI juga memberikan dana solidaritas sebesar Rp. 10.000.000 kepada keluarga almarhumah.
Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur mengucapkan terima kasih atas segala doa dan dukungan dalam melaksanakan berbagai kegiatan sepanjang triwulan I tahun 2025. “ Pada triwulan 1 ini, sedikitnya ada 16 program kegiatan yang dijalankan. PGRI Kabupaten Flores Timur menyadari bahwa dengan kolaborasi dengan bergandengan tangan bersama, organisasi ini dapat berjalan. Kami berharap mendapat dukungan yang sama dalam melaksanakan program pada triwulan II tahun 2025 yang akan datang. (Humas PGRI Flores Timur)
