REKRUTMEN PPPK 2024 TOLONG BERI PERHATIAN KHUSUS BAGI GURU HONOR DI SEKOLAH SWASTA

Maksimus Masan Kian/ Ketua Kabupaten Flores Timur

Para guru Se Indonesia menyambut gembira sejak dibukanya pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun dengan gaji seadanya, bernapas lega setelah mengikuti program ini dan dinyatakan lulus. Benar-benar program PPPK menjadi primadona para guru honorer.

Kegembiraan ini tidak utuh dirasakan oleh para guru. Nasib guru honor di sekolah swasta tidak seberuntung para guru honor di sekolah negeri. Mulai dari persyaratan yang lebih sulit, ijin yang ketat dari pihak yayasan, termasuk ancaman kehilangan pekerjaan menjadi guru di sekolah swasta jika memilih PPPK. Baik jika lulus. Jika tidak lulus, benar-benar seorang guru kehilangan pekerjaan.

Sekolah swasta di daerah-daerah memberikan mutu yang membanggakan. Tidak heran, banyak orang tua memilih sekolah swasta sebagai tempat belajar anak mereka dibandingkan sekolah negeri.

Melihat peran yang besar guru honor di sekolah swasta, pemerintah mestinya lebih cermat dalam menetapkan persyaratan pelamar PPPK. Persyaratan mesti tidak memberatkan para guru honor di sekolah swasta.

Maksimus Masan Kian, Ketua Kabupaten PGRI Flores Timur mengatakan, Pemerintah mesti memberikan keadilan yang sama antara guru honor di sekolah negeri dan guru di sekolah swasta dalam perekrutan Seleksi PPPK.

“Tahun 2024 menjadi tahun penantian teman teman guru honor di sekolah swasta. Pemerintah tolong memberikan perhatian yang lebih serius. Persyaratan bagi guru honor di sekolah swasta dipermudah dan formasi yang banyak bagi mereka. Peran dan beban kerja mereka sama, seperti guru di sekolah negeri maka berikan keadilan yang sama. Sekolah-sekolah swasta memberikan kontribusi yang tidak sedikit demi kemajuan pendidikan baik di daerah maupun tingkat nasional. Pada daerah tertentu seperti di Flores Timur, NTT, jauh sebelum sekolah negeri masuk, sekolah -sekolah swasta telah memberi peran yang besar dalam memajukan dunia pendidikan, mendidik Anak Bangsa. Butuh keseriusan memperhatikan nasib guru honor di sekolah swasta,” kata Maksi.

Scroll to Top