Sejumlah Perjuangan dan Advokasi PGRI Flores Timur Membela Nasib Guru Sepanjang Tahun 2024

Pengurus Kabupaten PGRI Flores Timur dan Pengurus Cabang se Kabuapaten Flores Timur. Hotel Asa, 30 Desember 2024

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur menunjukan komitmen yang tidak pernah pudar dalam upaya melakukan perjuangan dan advokasi terhadap Nasib guru di Kabupaten Flores Timur. Sepanjang tahun 2024, sejumlah perjuangan dan advokasi diantaranya;

  1. Perjuangan Perpanjangan Usia Pensiun Guru Kategori II


Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur berupaya memperjuangkan perpanjangan usia pensiun bagi guru kategori II. Upaya ini dilakukan melalui komunikasi intensif dengan pemerintah daerah. Ketua PGRI, Maksimus Masan Kian, menekankan bahwa perpanjangan usia pensiun memungkinkan para guru senior tetap berkontribusi dalam dunia pendidikan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas belajar-mengajar di daerah tersebut.

2. Advokasi Guru ASN Angkatan 2018 dan 2019


Para guru ASN angkatan 2018 dan 2019 menghadapi tantangan dalam kenaikan pangkat akibat kerumitan prosedur administratif. PGRI Flores Timur aktif mendampingi mereka melalui koordinasi dengan Kepala BKPSDM Daerah Kabupaten Flores Timur untuk mempercepat proses tersebut dan berhasil

3. Kenaikan Gaji dan Tunjangan Guru


Kenaikan gaji sebesar 8% yang dijanjikan pemerintah menjadi salah satu fokus utama PGRI. Selain itu, keterlambatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) kerap menjadi masalah yang diperjuangkan agar hak guru dapat terpenuhi tepat waktu. PGRI mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan kebijakan ini demi kesejahteraan guru.PGRI Kabupaten Flores Timur terus mengkawal pembayaran tunjangan tunjangan guru tepat waktu dan tepat jumlah.

4.  Inpassing dan Seleksi PPPK


PGRI Flores Timur mendorong percepatan Penerbitan inpassing bagi guru ASN untuk kemudahan urusan adminstrasi guru termasuk kesehjateraan Guru. PGRI juga memberikan pendampingan kepada para guru yang ingin mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dukungan ini mencakup pelatihan, pengumpulan berkas, hingga proses pendaftaran dan pengawalan Surat Keputusan (SK)

5. Solusi Kendala Dapodik


Banyak guru menghadapi kendala dalam penginputan data Dapodik yang berdampak pada tunjangan mereka, termasuk Guru SMA/K dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT. PGRI mengadakan pelatihan teknis khusus untuk memastikan data dapat diinput dengan benar. Hal ini penting agar tidak ada hak guru yang terhambat akibat kesalahan administratif.

6. Perjuangan Gaji Guru Kontrak Daerah


Guru kontrak daerah sering mengalami keterlambatan pembayaran gaji. PGRI aktif melakukan dialog dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pembayaran agar gaji diterima tepat waktu. Langkah ini bertujuan memberikan rasa aman bagi guru dalam menjalankan tugas mereka.

7. Dukungan Akreditasi dan Pembangunan Sekolah


Selain memperjuangkan hak guru, PGRI turut mendukung proses akreditasi sekolah dan pembangunan infrastruktur baru, khususnya di wilayah terpencil. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas bagi guru dan siswa.

8. Perhatian pada Guru Swasta dan PAUD


PGRI tidak hanya memperjuangkan guru ASN, tetapi juga memberikan perhatian kepada guru non-ASN di sekolah swasta dan PAUD. Mereka mendorong keadilan dalam pembayaran honor dan tunjangan agar semua elemen pendidikan mendapatkan hak yang setara.

9. Advokasi Masalah Sosial Pendidikan


PGRI Flores Timur juga menangani advokasi berbagai masalah, seperti anak yang dikeluarkan dari sekolah, pemberhentian guru oleh kepala sekolah, hingga membantu pelamar kerja mendapatkan posisi di sekolah. Semua upaya ini menunjukkan komitmen mereka terhadap keadilan Pendidikan.

10. Meningkatkan Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan


    Melalui langkah-langkah nyata ini, PGRI Flores Timur membuktikan posisinya sebagai organisasi yang berdiri di garis depan dalam membela nasib guru. Dengan fokus pada kesejahteraan guru, mereka juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Flores Timur, memastikan bahwa semua pihak mendapatkan hak yang adil demi masa depan pendidikan yang lebih baik.

    Maksimus Masan Kian Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur mengatakan, Dengan berbagai langkah nyata ini, PGRI Flores Timur menunjukkan perannya sebagai organisasi yang berdiri di barisan depan memperjuangkan kesejahteraan guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah. (Humas PGRI Flores Timur)

    Scroll to Top