WABUP FLOTIM AGUS BOLI, PIMPIN APEL HUT PGRI

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH.,MH., memimpin Apel  peringatan Guru Nasional dan  Persatuan Guru Republik Indonesia ke 76 tingkat Kabupaten Flores Timur, bertempat di halaman aula Jessing paroki Witihama, Jumat, 25/11/2021.

Hadir pada kesempatan itu, anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Komisi C, Muhidin Demon, Plt. Kepala Dinas PKO Kabupatn Flores Timur, Simon Soge Makin, Kepala Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payong, S.Ag, Camat Witihama, Laurensius Lebu Raya, SH. Ketua Yapersuktim Kabupaten Flores Timur, Romo Thomas Labina, Pr,  Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, Kapolsek Adonara, Ipda Eman Tokan, Pastor Paroki Witihama, Rm. Amatus Woi, Pr, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Flores Timur, Drs. Bernardus Beda Keda, M.A.P., Perwakilan pengurus dan anggota PGRI se- Kabupaten Flores Timur yang tersebar di 19 Kecamatan, panitia lokal dan undangan lainnya.

Wabup Flotim Agus Boli, dalam amanatnya pada peringatan Hari Guru Nasional  dan Hari Persatuan Guru Indonesia ke 76, tingkat Kabupaten Flores Timur,  menitipkan  tiga pesan untuk para guru yakni  Jadilah Agent of Trust, Agent of Development, Agent of Development dan Agent of Service. Menurut Wabup Agus Boli, menjadi Agent of Trust, yang menjadi  perantara pembangkit rasa percaya diri  kepada  siapapun yang dijumpai disetiap waktu. Menjadi Agent of Development, berarti menjadi perantara  Pembangunan. Ddengan demikian dimanapun anda berada teruslah bekerja sama dengan Pemerintah   dan stakeholder  lainnya mulai  RT  sampai tingkat atas untuk membangun. Sementara  menjadi Agent of Service,  yang mengisyaratkan untuk belajar bekerja karena kita sungguh mencintai pekerjaan kita, bukan karena kita diupah.  Lanjut Wabup Agus Boli, Saat ini kita memasuki era industri Five Point Zero (5.0), suatu era dimana kita menyelesaikan berbagai tantangan sosial dengan berinovasi dan memanfaatkan inovasi yang sudah kita hasilkan. Five Point Zero adalah era virtualisasi, era konektivitas, dimana tugas–tugas kita dapat diselesaikan tanpa harus berkomunikasi secara langsung. Secara Lamaholot Wabup Agus Boli mengingatkan kepada para guru untuk  memiliki 3 N, yakni  pertama Noi Noon Budaya Adat Lamaholot (tahu budaya Lamaholot) dimana Guru menjadi contoh menegakkan budaya adat  di daerah  masing–masing,  sampaikan kepada masyarakat wajib menghormati Lewo Megen Suku   (tua-tua adat) supaya harmonisasi dalam kampong tetap terjaga. Kedua Noi Noon Agama Laranne, (Tahu akan ajaran Agama masing–masing) artinya,  Jadilah Islam 100 %, Katolik, 100 %, Protestan 100 %,  jangan setengah–setengah.  Ketiga, Noi Noon Pemerintah (tahu Pemerintah) artinya,  Hormatilah Pemimpinmu  dari Presiden sampai  RT. Sejelek – jeleknya pemimpinmu dia adalah pemimpin, karena setiap agama apapun mengajarkan wajib menghormati pemimpin. Kesalahan  yang diperbuatnya akan ia pertanggungjawabkan, tetapi kita tidak berhak  hadir  sebagai hakim  untuk mengadili dia, karena barang siapa mengadili dia, akan diadili. Pada zaman sekarang banyak kita yang kita tidak menghormati pemimpin, bahkan banyak guru  mencaci maki pemimpinnya, – ‘tidak boleh!’.  Harus dingat bahwa kebutuhan kita boleh berbeda satu dengan yang lain namun hanya satu hal yang ‘sama’ bagi  setiap orang adalah ingin dihargai sekaligus menghargai supaya kita dapat diterima di tengah masyarakat.

Wabup Agus Boli atas nama Pemerintah  menyampaikan terima kasih atas seluruh acara ini, Pemerintah sungguh berbangga dan Pemerintah menghendaki PGRI dan Guru  selain sebagai Aparatur Sipil Negara, dalam konteks bawahan tapi dalam konteks kerja–kerja Pendidikan di Flores Timur, kalian adalah mitra terbaik. Kerana itu jangan segan–segan berdialog dengan Pemerintah. Menulis di Media Sosial, itu bukan ruang tertib, karena di Medsos, adalah ruang pengadilan tanpa hakim dan jaksa, jangan tumpahkan masalahmu di Medsos, jika protes datangi langsung kepada Pemerintah, ujar Wabup Agus Boli.

Hari ini juga dilaksanakan penandatangan Peraturan Bupati Flores Timur nomor 45 tahun 2021 tentang  Kurikulum Muatan Lokal untuk  dilaksanakan  di sekolah se-kabupaten Flores Timur. Tiga hal yang dimuat dalam Perbup dimaksud adalah  Petama  budaya Lamaholot, supaya budaya kita jangan hilang. Kedua adalah kepemimpinan, karena dianggap penting, anak – anak sekolah kita sejak SD, harus sudah  diberikan  kemampuan – kemampuan  teknis kepemimpinan. Ketiga adalah kewirausahaan, memberikan pengetahuan kepada generasi kita  untuk mengerti tentang ketahanan ekonomi sejak usia dini, supaya tidak miskin lagi kedepan. Proficiat untuk Guru. Teruslah bekerja dan berkarya  dan jangan lupa tersenyum. Karena sebagian senyummu adalah terang penghalau kebodohan dan kemiskinan demi mencerdaskan anak bangsa. Sungguh mulia profesimu, ujar Wabup Agus Boli.

Sumber : Prokompim Flotim

Scroll to Top