PGRI APRESIASI KOMUNITAS GURU PENGGERAK BANTU KORBAN BENCANA ERUPSI GUNUNG LEWOTOBI

Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur bergerak cepat hadir di lokasi pengungsian korban bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan memberikan bantuan. Kurang lebih sudah tiga kali dibeberapa lokasi yang berbeda, Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur hadir memberikan bantuan baik berupa sembako maupun pendampingan belajar kepada anak anak.

PGRI Kabupaten Flores Timur memantau, Ketua Komunitas Guru Penggerak, Emanuel Fernandez bersama rekan Guru Penggerak diantaranya, Maria Goreti Peni, Skolastika Sudanti Tufan, Eman Geo, dan kawan-kawannya dengan penuh semangat hadir di lokasi pengungsian dan memberi diri, menghadirkan hati dan cinta mereka kepada anak-anak korban erupsi gunung Lewotobi.

Berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam Pendidikan Guru Penggerak, Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Dapat terpantau pada akun facebook Emanuel Fernandez, Maria Goreti Peni, Skolastika Susanti Tufan, tampak anak anak begitu ceria belajar bersama Guru Penggerak. Komunitas Guru Penggerak hadir membawa sejumlah permainan edukatif. Mereka bermain bersama, bernyanyi, menggambar, mewarnai, mendongeng, dan lain-lain. Kegiatan yang sangat menarik dan menggembirakan.

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur yang bergerak cepat memberi diri, membantu korban bencana erupsi gunung Lewotobi, terlebih pada pendampingan kepada anak -anak dalam kegiatan trauma healing.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepada Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur yang bergerak cepat memberi diri, membantu korban bencana erupsi gunung Lewotobi, terlebih pada pendampingan kepada anak -anak dalam kegiatan trauma healing. Berbekal pengetahuan dan keterampilan pada pendidikan guru penggerak, Komunitas Guru Penggerak sangat kreatif dan inovatif dalam mendesain pembelajaran di tenggah kondisi darurat. Pembelajaran yang mereka ciptakan memberikan keceriaan kepada anak anak. Anak-anak sangat bergembira belajar bersama dengan guru penggerak. Semoga elemen terkait dalam dunia pendidikan memberikan dukungan kepada Guru Penggerak dalam menjalankan tugas muliannya,” kata Maksi.

Pada pemberitaan sebelumnya, PGRI Kabupaten Flores Timur telah memberikan saran kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur agar dapat memberikan penugasan secara khusus kepada Komunitas Guru Penggerak. Dalam pemberitaan itu disebutkan, dengan adanya penugasan khusus, Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur memiliki legitimasi yang lebih luas dalam menjalankan tugas pendampingan belajar anak -anak korban bencana erupsi Gunung Lewotobi.

Scroll to Top