
Para guru di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura adalah juga korban dari erupsi Gunung Lewotobi, namun demikian, mereka tetap sabar menjalankan tugas sebagai Guru dalam mengajar dan mendidik anak anak di lokasi pengungsian. Para guru terdistribusi di beberapa titik bertemu dengan anak anak dan menerapkan pembelajaran darurat dengan penekanan pada literasi dan numerasi.
Sulit dan tentunya menantang membayangkan di tengah situasi bencana, para guru harus tetap mengambil peran untuk mengajar dan mendidik. Namun itulah guru. Selalu menjadi terdepan dalam situasi apapun. Selalu siap memberi solusi di tengah kegalauan.
Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur memberikan apresiasi kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian, mendampingi anak anak dalam proses pembelajaran.
“Apresiasi setinggi -tingginya kepada para guru di lapangan, di tenda-tenda pengungsian dan di rumah warga yang walaupun menjadi korban, tetap menjalankan tugas sebagai guru dalam mengajar dan mendidik. Teman teman adalah pahlawan. Budi dan jasa teman teman luar biasa. Di tengah situasi bencana dimana teman teman guru adalah korban, tetap dengan setia menjalankan tugas. Kami semua mendoakan semoga, rekan seperjuangan tetap sehat dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa dalam menjalankan tugas tugas,” kata Maksi.
Kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki belum bisa diprediksikan kapan akan pulih. Jumlah korban yang mengungsi dari waktu ke waktu terus meningkat. Tentu, bantuan bahan makanan, pakian, juga pendampingan belajar atau trauma healing harus terus berjalan.
