DINAS PKO FLOTIM GENCAR LAKUKAN SOSIALISASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Sergius Okri Kelen (Tim Pengembang Kurikulum Dinas PKO Kabupaten Flores Timur)

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur (Flotim) gencar melakukan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar. Upaya ini dilakukan sebagai langkah taktis persiapan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada sekolah-sekolah di Kabupaten Flores Timur jelang Tahun Ajaran Baru, 2022-2023. Hal ini disampaikan Sergius Okri Kelen,M.Pd selaku Tim Pengembang Kurikulum Dinas PKO Kabupaten Flotim, Jumat (8/7/22) kepada Jurnalis PGRI Flores Timur, Maria Natalia Ana Yusti di Kantor Dinas PKO Kabupaten Flores Timur.

Menurut Okri, sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar oleh Dinas PKO Kabupaten Flores Timur sudah dilakukan pada Selasa hingga Rabu (6-7/7/22). Menjadi peserta pada sosialisasi ini yakni para pengawas dan Kepala Sekolah Menengah Pertama. “Ada 38 SMP yang mendaftrakan diri secara mandiri untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolahnya,” terang Okri.

Tim Pengembang Kurikulum yang sedang menjalankan tugas sebagai Kepala Seksi Kurikulum Dinas PKO Flotim ini mengatakan, Pendidikan di Kabupaten Flores Timur sudah terlambat jauh jika dibandingkan dengan kabupaten lain di NTT, merujuk pada rata-rata Nilai Hasil Ujian Nasional (UN) beberapa tahun sebelumnya. Baginya, kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar akan menjadi pintu masuk yang baik dalam upaya mendongkrak mutu pendidikan di Kabupaten Flores Timur. Mantan guru SMP Negeri 1 Larantuka ini mengatakan, sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar juga menjadi solusi kepada Bapa Ibu Guru di Kabupaten Flores Timur dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru.

Peserta Sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar yang diselenggarakan oleh Dinas PKO Kabupaten Flores Timur

Materi yang disajikan pada sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar yang dibawakan oleh Frans Berek, Kepala SMPK St. Isidorus Lewotala, Gaspar Tukan, Pengawas Sekolah Menengah Pertama Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, dan Yeni Ndadjang, Pengawas Sekolah Pendidikan Dasar meliputi, gambaran tentang kurikulum merdeka belajar, bagaimana dan apa saja yang harus disiapkan dalam meng-Implementasikan Kurikulun Merdeka Belajar (IKM), manfaat dan pelatihan penggunaan aplikasi Platfrom Merdeka Belajar (PMM), Penilaian dan Asesmen, Raport dan lain-lain. Adapun tujuan digelarnya kegiatan ini agar Dinas PKO Flotim bisa mendampingi dan mengkawal jalannya Kurikulum Merdeka Belajar di Kabupaten Flores Timur. “Kegiatan ini, tidak berhenti di sini, tetapi akan terus berlanjut hingga Pengawas, Kepala Sekolah dan guru terampil menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah,” kata Okri.

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar. Bagi Maksi, ini adalah sebuah terobosan yang baik dalam menterjemahkan kebijakan nasional. “Tanggal 30 Juni 2022, PGRI Flores Timur menggelar audience bersama Penjabat Bupati Flores Timur, dimana salah satu point pembicaraan tentang kurikulum  merdeka belajar. PGRI Flores Timur berpandangan, kiranya ada sosialisasi yang segera dilakukan jelang tahun pelajaran baru. Dan aspirasi ini telah disambut dengan sangat baik oleh Dinas PKO Kabupaten Flores Timur. Kami menyampaikan terima kasih untuk hal positif ini. Semoga ke depan, selalu ada terobosan terobosan baru yang mampu meningkatkan profesionalisme guru dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah, ” kata Maksi.

Scroll to Top