
Maksimus Masan Kian/ Ketua Kabupaten PGRI Flores Timur, NTT
Maksimus Masan Kian, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) datang dan temui para guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Larantuka yang melakukan aksi penyegelan ruang Kepala SMKN 1 Larantuka. Bagi Maksi Masan, tindakan yang dilakukan oleh para guru di SMKN 1 Larantuka adalah tindakan serius yang membutuhkan respon langsung dari Kepala Dinas PK Propinsi bukan sekedar menegur melalui media seperti yang diberitakan detikbali.com dengan judul “Disdik NTT Tegur Keras Guru-guru yang Segel Ruang Kepsek SMKN 1 Larantuka”.

“Bapa Kadis PK Propinsi NTT, kami sarankan agar Bapa Kadis PK Propinsi bisa luangkan waktu datang ke SMKN 1 Larantuka, dapat menemui langsung para guru di SMKN 1 Larantuka yang menyampaikan aspirasi dengan cara menyegel Ruang Kepala Sekolah tersebut. Kupang dengan Larantuka itu jaraknya tidak jauh. Pesawat 45 menit saja tiba. Dan, SMKN 1 Larantuka itu, letaknya tidak jauh dari Bandara Gewayan Tanah. Hanya berjarak kurang lebih 800 meter. Bapa Kadis bisa datang pagi dan siang kembali juga tidak apa-apa. Kami, PGRI Flores Timur berpandangan bahwa, kondisi yang terjadi di SMKN 1 Larantuka membutuhkan kehadiran Bapa Kepala Dinas PK Propinsi. Paling tidak, memberikan kekuatan, dan motivasi atas kondisi psikologis yang dialami guru pada sekolah tersebut,”kata Maksi.
Lanjut Maksi, tindakan yang hanya menegur melalui pernyataan di media online menggambarkan kurang seriusnya Bapa Kepala Dinas terhadap gejolak yang terjadi saat ini di SMKN 1 Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

“Bapa Kadis PK Propinsi, tindakan yang hanya menegur melalui pernyataan di media online menggambarkan kurang seriusnya Bapa Kepala Dinas terhadap gejolak yang terjadi saat ini di SMKN 1 Larantuka dan itu bisa menimbulkan dampak buruk lanjutan terjadi pada waktu yang akan datang. Jika para guru salah dalam menyampaikan aspirasi, Bapa Kadis bisa temui mereka dan menegurnya secara langsung, tatap muka. Memang di daerah, ada Pengawas Sekolah tetapi tindakan para guru yang sampai menyegel ruang Kepala Sekolah itu kategori tindakan yang mesti direspon langsung oleh Kepala Dinas PK Propinsi dengan datang dan temui para guru. Tindakan menyegel ruang Kepala Sekolah bagi kami, itu bukan tindakan yang biasa biasa saja, sehingga Kepala Dinas hanya dengan menegur di media. Bapa Kadis jangan begitulah!. Datanglah Bapa Kadis. Bisa temui para guru di lapangan terkait gejolak ini,”kata Maksi. (Humas PGRI Flores Timur)
