GURU TANYA KENDALA PPPK TIDAK MASUK DATABASE BKN, BERIKUT JAWABAN KEPALA BKPSDM FLOTIM

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur (Flotim) selalu membuka diri menerima aspirasi atau aduan dari para guru baik jenjang PAUD, SD, SMP maupun SMA/K. Salah satu aduan yang diterima PGRI Kabupaten Flores Timur yakni, banyak guru tidak masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang berdampak pada guru yang tidak bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Tahun 2024.

Hal ini terungkap pada Webinar pendampingan guru dalam persiapan PPPK, 3 Oktober 2024. Menurut para guru, banyak mengalami kendala saat melakukan pendaftaran. Sistem secara otomatis menolak guru yang belum terdata dalam database saat melakukan pendaftaran. Kondisi ini membuat kecemasan para guru.

Setelah menerima informasi ini, PGRI Kabupaten Flores Timur membangun komunikasi dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Flores Timur, Rufus Koda Teluma. Dalam konfirmasi baliknya, Kepala BKPSDM Flores Timur mengatakan bahwa, nama nama Guru yang terdata di database BKN adalah hasil pendataan di tahun 2022. Guru guru yang terdata adalah mereka yang kategori Tenaga Kontrak yang didanai dari APBN dan APBD yang mengajar di Lembaga Pemerintahan.

“Guru yang terdata di database BKN adalah hasil pendataan di tahun 2022. Guru guru yang terdata adalah mereka yang kategori Tenaga Kontrak yang didanai dari APBN dan APBD yang mengajar di Lembaga Pemerintahan. Sementara di luar dari itu, guru yang mengajar di sekolah swasta tidak masuk dalam pendataan ini,”kata Rufus.

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapa Kepala BKPSDM Kabupaten Flores Timur yang selalu komunikatif merespon apapun yang disampaikan oleh para guru di Kabupaten Flores Timur. ” Kepala BKPSDM Flores Timur, tahun lalu mendapat apresiasi dari PGRI Flotim sebagai Pejabat Terkomunikatif. Penilaian berdasarkan respon cepat setiap pertanyaan yang dilayangkan oleh PGRI Flotim meneruskan aspirasi para guru. Hingga hari ini, Bapa Rufus tetap komunikatif, sangat akrab menyapa dan memberikan pencerahan untuk semua hal terkait kepegawaian yang ditanyakan oleh guru,”kata Maksi. (Humas PGRI Flores Timur)

Scroll to Top