
Jagat Nusa Tenggara Timur (NTT) tentu mengenal sosok Samuel Haning. Kiprahnya dalam dunia pendidikan mampu mengantar ratusan, ribuan hingga jutaan Anak NTT meraih cita-citanya.
Jika saat ini Ia menikmati hidup yang lebih baik dan sukses bukan karena dirinya lahir dari keluarga pejabat. Tidak! Samuel Haning sebelum mecicipi kesuksesan saat ini karena ia telah melewati masa masa sulit dan kelam. Masa kecilnya menjual kue, es, dan ikan lalu menjadi kondektur mikrolet, preman, menjadi petinju, lalu menjadi Rektor PGRI NTT dan kini menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT.

Masa kecilnya yang sulit inilah melahirkan dirinya sebagai seorang yang dermawan. Selalu peduli, suka membantu, menolong siapapun yang membutuhkan bantuan. Tidak salah, dalam Konferensi Propinsi Luar Biasa PGRI NTT, Dr. Samuel Haning, dipercayakan memimpin PGRI NTT.

Awal kepemimpinan di PGRI NTT, bersama jajaran pengurus melakukan koordinasi ke daerah untuk menghidupkan Pengurus PGRI ditingkat Kabupaten/Kota yang pasif. Bertemu dan berdialog dengan Pemerintah Propinsi dan daerah membahas masalah guru, mengadvokasi guru yang mengalami masalah hukum, bahkan sampai menebus dengan uang untuk keluarga korban memaafkan dan pelaku (guru) bisa dibebaskan dan tidak dihukum. Forum-forum organisasi di tingkat Pengurus Besar (PB) selalu dihadiri. Komunikasi sangat intens baik secara hirarki organisasi ke atas, maupun ke bawah. Tidak hanya itu, guru yang mengalami musibah kebakaran rumah, terkena banjir Ia tolong dengan memberikan dana dan sembako.

Terbaru, Ketua PGRI NTT mefasilitasi seorang Pelajar, Maria Leno Koten asal Kabupaten Flores Timur, tepatnya di SMK Sura Dewa Larantuka yang kesulitan mendapat tiket ke Jakarta mengikuti kegiatan Temu Pelajar Indonesia Tahun 2023. Tidak hanya mefasilitasi tiket ke Jakarta, sosok dermawan ini menjemput langsung di Bandara Eltari Kupang, memberi penghormatan dengan mengalungi Maria Leno Koten, menghantarnya ke Penginapan, mengajak makan bersama hingga mengarahkan Sekretaris PGRI NTT, Ully J. Riwo Kaho,SP.,M.Si untuk mendampingi langsung hingga ke lokasi kegiatan di Jakarta.




Nilai apa yang dapat kita petik dari kisah ini? Ketua PGRI NTT, Bapak Dr. Samuel Haning telah mengajarkan kita bagaimana menjadi pemimpin yang sungguh-sungguh melayani. Menjadi pemimpin yang rendah hati dan bertangungjawab. Samuel Haning, anak yang pernah tidak lulus saat di bangku SMP, suka berkelahi, suka membolos dan berkemampuan akademis pas pasan itu telah membuat dirinya belajar lebih keras, berusaha lebih tekun dan kini ia menjadi hebat. Sudah hebat dermawan pula. Ia patut diperjuangkan menjadi pemimpin pada level yang lebih tinggi untuk menginspirasi dan menggerakan lebih banyak orang berbuat baik dan menciptakan perubahan
