
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur menerima laporan dan sekaligus desakan dari Guru guru di Kabupaten Flores Timur untuk mencari tahu alasan mengapa terdapat selisih bayar Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang tinggi dan mengapa sebagian besar guru penerima TPG sudah menerima pembayaran triwukan III namun sejumlah guru belum terima.
Pertama kali menerima aspirasi para guru terkait hal dimaksud, Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur mengarahkan para guru untuk segera berkoordinasi dengan Dinas PKO Kabupaten Flores Timur. Hasil komunikasi yang dibangun ke PKO Flores Timur, para guru disampaikan bahwa masalahnya teknis pada sistem di pusat. Atas jawaban ini, dan desakan para guru untuk mengetahui masalah teknis yang dimaksud seperti apa, maka Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur berinisiatif membangun komunikasi dengan Kemendikbudristek yang mengurusi bagian tunjangan.
Komunikasi yang dibangun oleh Pengurus PGRI Flores Timur langsung mendapat respon dari Kemendikbudristek. Mereka meminta PGRI Kabupaten Flores Timur agar segera mengirimkan data terkait laporan dimaksud. “Selamat Pagi Pak Maksimus, Ketua PGRI Flores Timur, kami minta kirim data lengkap guru2 yang bermasalah pak, NUPTK, Tempat mengajar, dan No.SK TUNJANGAN yang bermasalah masing2 guru. Terima kasih.
Atas respon ini, Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur telah membangun komunikasi dengan 19 Ketua PGRI Cabang untuk meneruskan informasi kepada para guru agar segera mengirimkan datanya berupa nama lengkap, NUPTK, tempat mengajar dan nomor SK Tunjangan. Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur berharap agar segera ada jalan keluar yang baik bagi para guru.
