
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd gandeng tokoh Agama mulai dari Muhammadiyah, NU, Akademisi Katolik, Majelis Pendidikan Kristen memperjuangkan hak guru guru swasta pada sekolah swasta untuk mendapatkan hak yang sama dengan guru honor di sekolah negeri mengikuti Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kabar ini sedikitnya melegakan para guru honor di sekolah swasta. Apapun regulasinya, pada prinsipnya adalah semua guru mengajar Anak Bangsa yang sama. Sehingga pada giliran ada perlakukan berbeda, semua elemen yang peduli pada pendidikan mesti memberikan pikiran untuk mencari solusi terbaik.
Hadir saat upaya dialog bersama Pemerintah Pusat diantaranya, Alpha dari Muhammadiyah, Romo Mbula dari Katolik, Arifin Junaedi dari NU, Prof Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd dari PGRI, David Candra, Majelis Pendidikan Kristen, Donni dari Akademisi Katolik.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd mengatakan, PGRI tidak pernah diam memperjuangkan nasib para guru apapun persoalannya. “PGRI tidak pernah diam memperjuangkan nasib para guru apapun persoalannya. Bersama tokoh -tokoh Agama, kami berjuang bersama memperjuangkan hak kawan-kawan Guru Honor pada sekolah-sekolah swasta. PGRI akan terus berjuang untuk hal hal baik dan adil berpihak pada guru. PGRI tak akan pernah diam,” kata Unifah.
Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua Umum PB PGRI atas perjuangan yang gigih membela para guru. “Apresiasi dan bangga untuk kegigihan Prof. Dr. Unifah Rosyidi membela hak para guru. Kami di daerah akan senantiasa memberikan dukungan terbaik untuk hasil hasil perjuangan yang baik demi peningkatan kesehjateraan dan keadilan bagi guru honor di sekolah swasta,”kata Maksi (Humas PGRI Flores Timur)
