MENGAKTIFKAN BELAJAR SISWA DENGAN MEMBERIKAN PENGALAMAN BERMAKNA

Theodorus Doweng Teluma, S.Sos
Guru Sosiologi SMAN 1 Larantuka

Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas utama tersebut akan efektif  jika guru memiliki derajat professional tertentu yang tercermin dari kompetensi, kemahiran, kecakapan, atau ketrampilan yang memenuhi standar mutu norma etika tertentu. Oleh karena itu, setiap guru sangat diharapkan memahami karakteristik kepribadian dirinya yang diperlukan sebagai panutan bagi siswanya. Guru dan pendidik pada jenjang pendidikan formal wajib memiliki suatu kualifikasi (keahlian) yang sangat penting dalam menentukan kemampuan sebagai sumber kehidupan. Guru adalah teladan terdekat bagi peserta didik

 Dalam arti sederhana, kepribadian berarti sifat hakiki individu yang tercermin pada sifat dan perbuatannya yang membedakan diri dari lainnya. Menurut tinjauan psikologi, kepribadian pada prinsispnya adalah susunan atau kesatuan aspek perilaku mental, perilaku behavioral secara fungsional dalam diri seorang individu, sehingga membuatnya bertingkah laku secara khas dan tetap.

Persoalan yang muncul dewasa ini dikalangan generasi muda yakni, sikap apatis, pergaulan bebas, terjemus pada penggunaan media teknologi yang berdampak negatif, malas belajar, tidak menghormati orang tua, disiplin yang kurang, menjadi warna- warni persoalan yang melanda anak anak millennial. Di sekolah, sejumlah peserta didik kurang disiplin, tidak mengerjakan tugas sesuai dengan himbauan dari Bapak/ Ibu Guru, kemauan belajar yang kurang.

Dalam kegiatan pembelajaran terdapat dua hal yang penting dan saling bersinergi, yakni guru mengajar dan siswa belajar. Guru mengajarkan bagaimana siswa harus belajar. Sementara siswa belajar bagaimana seharusnya belajar melalui berbagi pengalaman sehingga terjadi perubahan dari aspek sikap, keterampilan dan pengetahuan. Persoalannya bagaimana mengaktifkan  siswa agar secara sukarela tumbuh kesadaran mau dan senang belajar? Karena itu guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar secar aktif, baik fisik maupun mental. Siswa akan belajar secara aktif kalau rancangan pembelajaran akan disusun guru mengharuskan siswa, baik secara sukarela maupun terpaksa, menuntut siswa melakukan kegiatan belajar.

Kepribadian siswa dengan latar belakang kemampuan yang berdeda-deda, misalahnya siswa yang kemampuannya baik ia akan cepat merespon rancangan pembelajaran apapun, sedang siswa yang kemampuannya kurang maka ia akan menemukan kendala dalam merespon rancangan pembelajaran akibatnya di setiap kelas siswa selalu memilik keregaman kemampuan. Latarbelakang kemampuan sosial siswa  juga di pengaruhi proses sosialisasi yang berbeda-beda yang di alami dalam lingkungan,baik keluarga, lingkup bermain, sekolah yang tidak sempurna ini, akan melahirkan karakter dan perangai siswa yang berbeda-beda pula. Proses sosialisasi yang berbeda ini didapatkan masing-masing siswa  amat sangat besar pengaruhnya dalam pembelajaran di sekolah. Rancangan pembelajaran siswa yang baik perlu didukung oleh kemampuan guru memfasilitasi kegiatan belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Mengaktifkan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara menghidupkan dan melatih memori siswa agar bekerja dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu siswa mengoptimalkan memorinya bekerja secara maksimal  memberikan kesempatan mengungkapkan bahasanya dan melakukan dengan kreativitas pada dirinya sendiri.

Guru adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya pada peserta didik. Berteman dengan siswa dengan memberikan pengalaman- pengalaman bermakna merupakan langkah yang juga harus di tempuh seperti mambangun komunikasi yang baik di luar jam pembelajaran maupun dalam pembelajaran, tidak memarahi siswa yang bersalah, menanyakan persolan yang sering di alami baik di rumah maupun disekolah dan masih banyak lagi. Hal semacam ini sangat penting demi menjalin hubungan baik sehingga para  siswa benar-benar memahami guru sebagai pendidik dan pengajar, juga berperan sebagai motivator.

Mengaktifkan belajar siswa adalah guru memberikan berbagai pengalaman bermakna yang bermanfaat bagi kehidupan siswa dengan memberikan rangsangan seperti tugas, tantangan, pemecahan masalah, atau mengembangkan pembiasaan agar dalam hidup tumbuh kesadaran bahwa belajar menjadi kebutuhan hidupnya dan oleh kerena itu perlu dilakukan sepanjang hayat hidupnya. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Karena itu, setiap siswa perlu memperoleh layanan bimbingan belajar yang berbeda pula sehingga seluruh siswa dapat berkembang sesuai tingkat kemampuannya. Begitu pula tidak semua siswa berasal dari latar belakang sosial yangmemiliki kesadaran dan budaya belajar sehinga tugas guru adalah menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan pembiasaan agar setiap siswa merasa butuh, senang dan mau belajar.

Guru perlu pembinaan dan pengembangan guru adalah karakeristik tugas yang terus berkembang seirama dengan perkembangan Iptek. Selain itu adanya reformasi internal pendidikan itu sendiri seperti untuk guru,: pelatihan intruksi pekerjaan, magang, asistensi atau penugasan, mengikuti kursus, pelatihan oleh diri sendiri (berlatih mengajar, membaca, dan lainnya). Dan untuk siswa,:magang, memberikan pelatihan intruksi belajar yang tepat, penanama karakter yang bekerjasama dengan intasi yang tepat. Cara-cara tersebut dapat berdampat pada semangat dan minat  belajar para siswa  yang bisa jadi teladan dan motivasi  demi menuju pada pendidikan yang professional.

Dalam pembelajaran perlu juga di tekankan kompetensi sosial, dimana guru mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Guru secara sosial bisa berinteraksi  dengan baik pada siswanya dan akan menjadi pengelola kelas yang baik selama transformasi pembelajaran, guru juga bisa menerapkan pengalaman hidup pada indikator materi yang dijadikan sebagai dasar pengetahuan yang mengacu pada pola sikap dan teladan yang baik dan benar demi keaktifan belajar siswa.

Pada umumnya ada tiga tipe belajar siswa : Pertama, Visual.,tipe ini siswa lebih muda belajar dengan cara melihat atau mengamati. Kedua, Auditori.,tipe ini siswa lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan. Ketiga, Kinestetik., tipe ini siswa lebih mudah belajar dengan cara melakukan. Pengetahuan tipe belajar siswa ini akan sangat bermanfaat bagi guru dalam menerapkan pembelajran individual yang tepat sesuai tipe belajar sehingga pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien.

Dari tipe-tipe pembelajaran, guru harus bisa mengetahui  kemampuan masing-masing siswa agar bisa mengatasi secara baik persoalan yang sering dan menjadi penghalang. Penulis seorang guru sosiologi yang belajar tetang manusia sebagai zoon politycon maka apapun persoalan pasti ada jalan keluar, intinya kita akan belajar,terus belajar, cari dan terus mencari pastikan kita akan bisa.

Scroll to Top