
(Mahasiswa Pogram studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katollik Indonesia Santo Paulus Ruteng)
Guru merupakan publikfigur pendidik yang Profesional. Menjadi seorang guru tidaklah mudah karena banyak tuntutan. Salah satu tuntutan, selain menguasai materi, cara guru mengelolah pembelajaran harus dapat menarik perhatian peserta didik. Apalagi peserta didik adalah siswa Sekolah Dasar(SD). Dalam pembelajaran di kelas, guru harus dapat menciptakan ruang kelas yang nyaman dan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Jika kondisi kelasnya menyenangkan, sudah pasti siswa merasa betah. Pembelajaran tidak membosankan dan tidak terkesan monoton. Bertolak dari pikiran ini, maka guru harus memiliki kreativitas atau keterampilan dasar yang cocok untuk diterapkan pada anak usia (SD).
Seiring perkembangan tekonologi didunia pendidikan,guru kreatif dan inovatif harus memiliki nalar dan analogi dalam mengembangkan media pembelajaran menggunakan teknologi. Tidak hanya terpaku pada kertas putih, melainkan pembelajaran modern dengan menerapkan teknologi sesuai perkembanganya. Hal ini akan memicu ketertarikan siswa akan hal baru yang belum ia ketahui. Keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh kemampuan profesional pribadi guru yang memesona, dimana guru mampu menyajikan konten pembelajaran secara unik, menyenangkan dan juga menginspirasi peserta didik untuk belajar.
Pada abad 21 sekarang ini,semua serba digital tak hanya parabot rumah tangga, digital berkembang hingga merasuk masuk didunia pendidikan. Saat ini ada kurikulum merdeka yang membantu guru maupun siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kurikulum merdeka adalah sebuah kurikulum terbaru yang mengharuskan guru untuk mampu mengaplikasikan teknologi. Sangat disayangkan jika masih ada guru yang merasa tidak mampu menggunakan teknologi. Padahal mereka belum mencoba mengembangkan secara maksimal. Kurangnya niat dan semangat menjadi penyebab utama mereka tetap terperangkap didalam zona nyaman. Jika hal ini terus menerus dibiarkan tentunya akan merugikan peserta didik. Ibaratnya bermimpi menjadi orang kaya namun bermalas-malasan.
Guru mesti keluar dari dari perangkap zona nyaman, dobraklah rasa malas dan tumbuhkanlah nilai kreatifitas dan keterampilan didalam diri.Karena generasi ini membutuhkan guru kreativitas dan inovatif,tidak hanya unggul di akademik tetapi juga di bidang non akademik.
Lalu bagiamana trik untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif?
Berikut ada beberapa tipsnnya:
1.Menciptakan konsep atau metode pembelajaran yang unik.
Selain menguasai materi guru harus memahami situasi bagaimana menerepkan pembelajaran melalui konsep atau metode yang unik dan menarik. Misalnya,dalam pembelajaran matematika guru tidak boleh memperkenalkan materi sebagai pembuka atau awal pembelajaran melainkan, membawa mereka kedunia permainan. Contohnya, permainan menyusun balok lalu menyuruh mereka untuk menghitung balol-balok tersebut. Tanpa disadari mereka telah mengenal belajar menghitung melalui permainan tersebut. Hal ini dapat merangsang rasa keingintahuan mereka.
2. Memberikan Stimulus Visual dan Audiotorik dalam bentuk media pembelajaran
Stimulus Visual dan Audiotorik merupakan jenis stimulasi melalui indra penglihat dan pendengar,mengamati suatu objek dan mendengar media bunyi misalnya video bergambar,menyanyi kemudian merekam objek tersebut dalam ingatan. Misalnya permainan tebak warna, dan tebak lagu.
3. Pembelajaran diluar ruang kelas (Out Door Study)
Selain didalam ruang kelas,pembelajaran bisa dilakukan diluar ruang kelas (Out door study) seperti di taman,kebun binatang dan lain-lain.Selain refresing hal ini juga bertujuan agar siswa lebih bebas berekspresi di alam terbuka,serta membangun semangat petualang,sehingga mereka menjadi akrab dengan lingkungan dan mencintai alam.
4. Kolaborasi antara guru dan peserta didik
Dalam hal ini,guru sebagai fasilitator tetapi bukan berarti pembelajaran hanya berpusat pada guru melainkan saling timbal balik,artinya guru dan siswa sama-sama aktif dalam proses pembelajaran berlangsung.
Itulah beberapa tips bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif. Silahkan mencoba dan jadilah guru kreatif dan inovatif untuk mampu mencetak peserta didik yang unggul dan berdaya saing.
