
Para guru di Kabupaten Flores Timur sambut antusias ketetapan Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur yakni mengenakan baju PGRI setiap tanggal 25 dalam bulan. Antusias para guru terpantau melalui grup whatsApp dan juga akun media sosial facebook.

Sekolah-sekolah di Kota Larantuka terpantau sangat antusias, SMPN 1 Larantuka, SMPS Mater, SMPS PGRI Larantuka, SMAS Katolik Frateran Podor, SDK Larantuka, SDK Lebao Tengah II, SDN Postoh, SDI Lewolere,SDN Waitiu, TK Maria Luigia Velotti, TK Sarabina, TK Pembina Weri, SDK St. Yohanes Don Bosco, SMAN 1 Larantuka, dan lain- lain.

Sementara di Pulau Adonara terpantau, SDI Lamabayung, SMPN 2 Banione, SDI senadan, SMP Negeri Balaweling,SDN Nisakarang,SDI Riangpetung, SMP Negeri Palugodam, SDI Meko, SMPN 1 Adonara Timur, SDI Basarani, SMPN Satap Basarani, SDN Nisakarang, SDK Lambunga, SMPS Katolik Awas Hinga, SDI Riangpetung, SDK Lewokeda, SDN 2 Lamahala, TK Negeri Pembina Botung dan lain- lain.

Di Pulau Solor, terpantau TK Negeri 1 Solor Timur, sekolah-sekolah di wilayah Solor Selatan dan Solor Barat. Tidak ketinggalan di titik -titik pengungsian korban Erupsi Gunung Lewotobi, para guru juga hadir mengenakan baju PGRI memberikan pembelajaran dan pendampingan edukatif kepada anak.

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur mengatakan, Pengawas, Kepala Sekolah, para guru yang menerima baik himbauan Pengurus PGRI mengenakan baju PGRI pada setiap tanggal 25 dalam bulan adalah, mereka mengerti sejarah. Mereka tidak lupa sejarah perjuangan PGRI.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Pengawas, Kepala Sekolah dan para guru mulai dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, SMA/K yang menerima himbauan dari PGRI Flores Timur mengenakan baju PGRI setiap tanggal 25 dalam bulan. Artinya, Bapak/ Ibu mengerti sejarah. Bapak/ibu tidak lupa sejarah perjuangan PGRI. Satu saja, jasa PGRI disebutkan yakni berjuang melahirkan UUD Guru dan Dosen, dimana lahirnya Tunjangan Profesi Guru (TPG). Guru dibayar tunjangan satu kali gaji pokok adalah perjuangan yang berdarah-darah dalam kurung waktu 18 tahun. Hingga hari ini, peran PGRI tidak diragukan, menjadi garda terdepan membantu para guru dalam menjalankan profesinya,” kata Maksi.
