
Foto bersama Keluarga Besar SMPN 1 Larantuka
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur resmi menetapkan tanggal 25 pada setiap bulan sebagai tanggal para guru Flores Timur mengenakan baju PGRI. Peluncuran ketetapan ini ditandai dengan secara serempak pada tanggal 25 Januari 2024 para guru di Kabupaten Flores Timur mengenakan baju PGRI.

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur mengatakan,
Setiap tanggal 25 dalam bulan para guru mengenakan baju PGRI sebagai wujud sederhana, menghormati jasa para guru terdahulu sebagai Pahlawan, melahirkan Organisasi Profesi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), 25 November 1945, seratus hari setelah kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Satu tarikan napas dengan kemerdekaan RI.

“Setiap tanggal 25 dalam bulan para guru mengenakan baju PGRI sebagai wujud sederhana, menghormati jasa para guru terdahulu sebagai Pahlawan, melahirkan Organisasi Profesi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), 25-11-1945, seratus hari setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Satu tarikan napas dengan kemerdekaan RI. PGRI hari ini, menjalankan peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru, kesehjateraan dan advokasi hukum. Pesan pendahulu, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” kata Maksi.

Thomas Are, Guru Pendidikan Agama Katolik pada SMPN 3 Tanjung Bunga
mengenakan, dirinya mengenakan baju batik PGRI pada tanggal 25 setiap bulan memberikan makna menghargai dan menghormati perjuangan para guru pendahulu yang mengibarkan sang saka merah putih melalui tonggak pendidikan di tanah air dalam jalur diplomasi bahkan tumpah darah.

“Saya mengenakan baju batik PGRI pada tanggal 25 setiap bulan memberikan makna menghargai dan menghormati perjuangan para guru pendahulu yang mengibarkan sang saka merah putih melalui tonggak pendidikan di tanah air dalam jalur diplomasi bahkan tumpah darah. Mengenakan baju PGRI pada tanggal 25 setiap bulan pula mau memberikan makna edukatif kepada segenap masyarakat ber-bangsa dan ber-negara Indonesia bahwa salah satu tonggak utama kemerdekaan ibu pertiwi adalah melalui jalur pendidikan bagi generasi muda bangsa.

Stefani Yosefa Amu Rangga, Guru SMAS Katolik Frateran Podor dalam postingan di Facebook mengenakan baju PGRI dan menuliskan caption, “Guru Lebih dari sekadar mengajar, guru mampu menyentuh kehidupan.

“Mari berbagi praktik baik.Mari bekerja dengan hati. SMAS Katolik Frateran Podor, mendukung penuh penetapan tanggal 25 dalam bulan para guru mengenakan baju PGRI mengenang para guru terdahulu yang telah melahirkan organisasi profesi PGRI,” kata Stefani.
