
Maksimus Masan Kian/ Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur-NTT
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan mekanisme baru penyaluran tunjangan guru ASN daerah secara langsung ke rekening guru. Kebijakan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Flores Timur.
Dalam acara yang digelar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Presiden Prabowo menegaskan pentingnya percepatan dalam birokrasi demi kesejahteraan guru. “Kita harus hilangkan budaya-budaya yang tidak benar itu. Kalau bisa dibikin cepat, kenapa harus dibuat lama? Kalau bisa mudah, kenapa harus dipersulit?” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Hadir dalam acara tersebut beberapa pejabat tinggi negara, seperti Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menko PMK Pratikno, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Agama Nassarudin Umar. Selain itu, Menkeu Sri Mulyani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut menyaksikan peluncuran kebijakan baru ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan realisasi dari visi Presiden Prabowo untuk meningkatkan efisiensi dalam layanan publik. “Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan tunjangan guru dapat diterima tanpa hambatan birokrasi yang tidak perlu,” ujarnya.
Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menyambut kebijakan ini dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan jawaban dari harapan para guru di seluruh Indonesia. “Hak para guru yang selama ini sering tertunda kini bisa langsung diterima tanpa perantara. Ini adalah hasil perjuangan panjang dari PGRI yang tidak pernah lelah menyuarakan aspirasi guru,” kata Maksi.
Lebih lanjut, Maksi menekankan bahwa kebijakan ini memberikan kepastian bagi guru dalam menerima haknya tepat waktu. “Guru-guru kini dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya tanpa harus khawatir tentang keterlambatan tunjangan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Maksi juga menghimbau kepada para guru di Flores Timur untuk tetap bersabar terkait dengan belum terealisasinya tunjangan profesi guru bulan Desember 2024. Ia meyakini bahwa pemerintahan Bupati Ir. Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli Uran akan segera melakukan penyesuaian anggaran untuk menyelesaikan pembayaran tersebut.
Para guru di Flores Timur menyambut baik kebijakan ini dan berharap agar sistem baru ini dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan teknis di tingkat daerah. Mereka optimis bahwa mekanisme ini akan menjadi langkah maju dalam meningkatkan kesejahteraan guru.
Dengan adanya sistem penyaluran langsung ini, diharapkan kesejahteraan para guru semakin terjamin, serta meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem administrasi guna mendukung kesejahteraan tenaga pendidik sebagai pilar utama dalam pembangunan bangsa. (Humas PGRI Flores Timur)
