Respon Positif PGRI Flores Timur Menyambut 12 Program Lompatan Jauh Bidang Pendidikan

Kiri Ir. Antonius Doni Dihen (Bupati Flores Timur) Tengah Maksimus Masan Kian, S.Pd( Ketua PGRI Kab. Flores Timur) Kanan, Ignasius Boli Uran, S.Fil (Wakil Bupati Flores Timur)

Respon Positif PGRI Flores Timur Menyambut Program Lompatan Jauh Bidang Pendidikan

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Flores Timur menyambut baik program lompatan jauh di bidang pendidikan yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Flores Timur dibawah kepemimpinan Ir. Antonius Doni Dihen sebagai Bupati dan Ignasius Boli Uran, S.Fil sebagai Wakil Bupati. Berikut sejumlah program yang telah digagas pada masa kampanye selanjutnya mendapat respon positif PGRI Kabupaten Flores Timur atas program inovatif ini;

1. Inovasi Pedagogis dan Sekolah “Magister Pendidikan”

Pelatihan-pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis guru perlu diselenggarakan secara lebih intensif dan terorganisir untuk memastikan termilikinya 3 kompetensi guru secara memadai dan merata: content competency, pedagogical competency, dan technological competency, selain kompetensi sosial dan kepribadian sebagai bagian penting kompetensi guru. Pengelolaan pelatihan-pelatihan ini dilaksanakan dalam kerja sama dengan universitas-universitas ternama seperti Universitas Sanata Dharma, Undana, dan UPI; sekaligus sebagai angka kredit dan modal kredit bagi program Magister Pendidikan. Pada saat yang sama, perlu didorong dan difasilitasi pendirian program S2 Pendidikan oleh universitas-universitas tersebut di Flores Timur. Respon PGRI Flores Timur bahwa Data Guru Flores Timur sangat minim basic S2. Bukan karena kurangnya motivasi atau keterbatasan kemampuan, tetapi kendala pada akses. Program ini tentu memberi kabar gembira bagi para guru Flores Timur.

2. Pendidikan Karakter & Tematik Karakter Bulanan

Pendidikan karakter perlu diintegrasikan dengan baik dalam pembelajaran mata pelajaran, kehidupan kelas, dan kehidupan sekolah, dengan rumusan karakter yang jelas dan operasional. Pendidikan karakter ini perlu ditopang dengan tematik karakter bulanan secara umum pada tingkat Daerah. Respon PGRI Flores Timur bahwa Pembentukan Karakter akan seirama dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang terkristal pada Kegiatan Profil Pelajar Pancasila yang membentuk Peserta Didik Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak Mulia, berkebikaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri. Kegiatan dengan nada Bulanan sangat baik dalam menciptakan sebuah iklim positif.

3. Kompetensi Unggulan Daerah & Revitalisasi MGMP

Beberapa kompetensi masa depan perlu dikembangkan sebagai kompetensi unggulan daerah. Misalnya: IT, komunikasi, fisika, biologi, dan ekologi. MGMP perlu dikuatkan sejalan dengan fokus kompetensi unggulan daerah. Respon PGRI Flores Timur bahwa, Memetakan kompetensi unggulan daerah secara baik, sama dengan menata kemajuan sebuah daerah. Fokus dan lakukan hingga panen hasil. Terkait Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) seiring hadirnya Kurikulum Merdeka, Pendidikan Guru Penggerak dan Komunitas Belajar di Sekolah masing-masing kegiatan bersama dalam MGMP semakin berkurang. Trendnya saat ini adalah Komunitas Belajar namun MGMP. Kata Musyawarah masih sangat kuat memiliki nilai yang mampu mempertemukan guru lintas sekolah dalam meramu gagasan dan program serta dapat melakukan penilaian dan evaluasi secara baik. Perangkat MGMP mesti dikuatkan!.

4. Rumah Guru & Kampus “Magister Pendidikan”

Rencana pendirian gedung PGRI perlu didukung, dengan sharing anggaran sedemikian rupa sehingga dapat dikembangkan sebagai sekolah guru sekaligus janin kampus Magister Pendidikan Flores Timur; lebih lanjut diharapkan dapat berkembang menjadi Universitas Lamaholot. Respon PGRI Flores Timur bahwa ,PGRI Flores Timur telah secara gotong royong membangun Gedung Guru dengan menyiapkan lahan dan fondasi bangunan, namun karena kendala dana, belum bisa dilanjutkan. PGRI Flores Timur berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dan merespon baik dan memberikan dukungan untuk  sama sama melanjutkan Pembangunan Gedung Guru Flores Timur sebagai ruang untuk belajar Bersama, meningkatkan kompetensi mendongkrak mutu pendidikan

5. Revitalisasi Sistem Evaluasi, Pengakuan, dan Insentif Kompetensi Guru

Kompetensi guru perlu terus didorong perkembangannya di lapangan, dan dimonitor serta dievaluasi melalui pedoman dan sistem yang lebih handal. Pengakuan dan penghargaan yang pantas patut diberikan pada guru dengan perkembangan kompetensi mumpuni, yang tercermin dalam kinerja di sekolah. Respon PGRI Flores Timur bahwa , Daerah ini butuh iklim apresiasi dalam menopang kreativitas dan inovasi. Saat ini, Daerah Kabupaten Flores Timur telah rutin membuka lomba Inovasi Daerah, bagus untuk terus dikembangkan program ini, sambil evaluasi yang berkelanjutan.

6. Revitalisasi Sistem Evaluasi, Pengakuan, dan Insentif Kinerja Sekolah.

Kinerja sekolah juga perlu terus didorong dan dievaluasi, serta diberikan penghargaan yang pantas melalui sistem yang lebih baik. Respon PGRI Flores Timur bahwa , Koneksikan dengan regulasi nasional dan lakukan hal sederhana namun berdampak. Sistem evaluasi bukan berita turun “periksa”. Beri sesuatu (konsep, contoh riil) lalu kawal kerja barulah hadir sama sama mengevaluasi dan sekaligus memberikan pikiran konstruktif

7. BOSDA Guru Honorer

Guru-guru honor, terutama di sekolah swasta dengan jumlah murid terbatas, perlu didukung dengan tunjangan penghasilan yang cukup. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa keadilan dan kesejahteraan yang cukup, agar mereka lebih fokus pada kegiatan belajar mengajar dan peningkatan kompetensi mereka. Respon PGRI Flores Timur bahwa , ini Menarik. PGRI Flores Timur pernah mengusulkan hal ini, ke DPRD Kabupaten Flores Timur melalui Komisi C namun belum terealisasi. Tentang Guru Honor hal yang menjadi penting dan mendesak diperjuangkan saat ini adalah mendorong hadirnya regulasi yang memungkinkan Guru Honor bisa ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Guru honor di sekolah sekolah swasta sangat kesulitan tidak mengikuti seleksi PPPK. Sementara Yayasan Sekolah Swasta, tetap pada pendirian untuk tidak menegerikan sekolah swasta dan “mengantung” nasib dan kesehjateran guru honor. Guru Honor TK juga mesti menjadi prioritas perhatian.

8. Bis Sekolah Wilayah Sulit Transportasi

Partisipasi anak-anak sekolah di wilayah sulit transportasi menjadi persoalan yang patut ditangani. Respon PGRI Flores Timur bahwa, kami malah berpikir begini; Kalau ada tawaran bangun sekolah baru, kalau bisa Flores Timur tolak. Kembangkan sekolah yang ada dari sisi mutu dan untuk memobilisir murid hadirkan Bis Sekolah. Ke depan, biaya operasional kecil untuk bis sekolah ketimbang mendirikan sekolah baru yang pada akhirnya mubasir. Kondisi saat ini sudah dialami oleh sejumlah SD. Pada kelas tertentu di SD, siswa sama sekali kosong. Pikirkan juga dengan sekolah sekolah yang ada, jika lahan di sekitar memungkinkan dikembangkan asrama. Sekolah sekokah berasrama, masih menunjukan mutu yang lebih baik dari dulu hingga kini.

9. International Youth Club

Orientasi ke pendidikan dan lapangan kerja di luar negeri adalah hal yang perlu ditanamkan dalam diri generasi muda Flores Timur. Dalam rangka itu, pendasaran kemampuan berbahasa Asing (Inggris, Jepang, Mandarin, Jerman) perlu dilakukan melalui club-club kecil yang dibina dengan serius. Respon PGRI Flores Timur bahwa, Ruang ruang yang luas pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Flores Timur dapat dikreasikan dan dimanfaatkan sebagai ruang belajar Bahasa Asing. Club club kecil akan sangat menarik dan memberi warna komunitas Orang Muda.

10. Sister Schools & Orang Tua Angkat

Pengembangan kerja sama dengan sekolah-sekolah terbaik di luar daerah dan di luar negeri dalam rangka pertukaran pelajar, pertukaran budaya, dan pengembangan kapasitas perlu dilakukan. Sekaligus, kerja sama ini dapat dikembangkan sampai kepada pengembangan jejaring orang tua angkat untuk membantu pendidikan anak-anak dengan orang tua yang mengalami kesulitan ekonomi untuk membiayai pendidikan. Respon PGRI Flores Timur bahwa , Pengembangan jejaring kepada  dermawan sangat bagus membatu keterbatasan Anak Flores Timur. Selama ini, walau dalam jumlah kecil dan tidak terpublish secara luas namun sudah ada di Kabupaten Flores Timur. Dengan program ini, tentu akan semakin luas dampak positifnya.

11. Sistem Pengendalian Angka Partisipasi Sekolah

Untuk menangani persoalan putus sekolah dan mengendalikan angka partisipasi sekolah, perlu dibangun sistem kerja sama dengan pemerintah Desa untuk mencegah dan menangani persoalan partisipasi sekolah secara bersama-sama. Respon PGRI Flores Timur bahwa , Pemerintah Desa memiliki rekam terkait keadaan keluarga di masyarakat lebih riil. Dan dengan adanya kolaborasi yang baik antara sekolah dan Pemerintah Desa angka putus sekolah dapat dikendalikan. Perlu perhatian ekstra bagi anak anak yang tinggal tidak bersama dengan orang tua kandung. Libatkan Guru Bimbingan Konseling untuk diberi peran lebih menjadi jembatan yang baik dalam menangani persoalan putus sekolah.

12. Pramuka, Olahraga, Wajib Eskul, dan Pendidikan Keremajaan

Anak-anak sekolah wajib mengikuti satu kegiatan ekstrakurikuler yang terorganisir baik sebagai media pendidikan karakter dan ketrampilan. Pendewasaan cepat melalui wadah-wadah ini juga dilakukan untuk menangani gejolak yang timbul karena perubahan-perubahan biologis dan emosional dalam anak-anak muda. Respon PGRI Flores Timur bahwa , Pramuka menjadi salah satu kegiatab ekstrakutikuler yang berdampak langsung pembentukan karakter. Pembina pembina Pramuka adalah kumpulan orang orang yang militan. Diberi perhatian sedikit, semangat mereka luar biasa. Diberi perhatian lebih, tentu ada banyak hal yang dapat mereka gerakan bersama. Termasuk melakukan Penghijauan. Baksis dan lain-lain. Ajang Olahraga, kompetisi dapat digiatkan mulai dari gugus, kecamatan hingga kabupaten.

Selain itu, PGRI Flores Timur juga menekankan beberapa hal tambahan yang perlu diperhatikan dalam program pendidikan:

  1. Sistem pendidikan khusus bagi sekolah di wilayah rawan bencana.
  2. Branding literasi yang lebih kuat untuk meningkatkan minat baca dan menulis guru.
  3. Pengangkatan kepala sekolah sebagai faktor utama peningkatan mutu sekolah.
  4. Studi tiru antar guru lintas pulau hingga antar daerah baik local maupun nasional untuk berbagi pengalaman.
  5. Pemerataan guru di kota dan desa agar tidak terjadi ketimpangan kualitas pendidikan.
  6. Organisasi OSIS SMP dan SMA/K sebagai wadah persiapan pemimpin masa depan.
  7. Fasilitasi pemasaran produk lokal karya siswa sebagai wirausaha pendidikan.
  8. Penguatan pendidikan vokasi untuk keterampilan kerja.
  9. Fasilitasi guru penulis dalam mempromosikan Flores Timur melalui karya tulis.
  10. Lomba inovatif untuk guru dan sekolah guna mendorong kreativitas dan dedikasi.
  11. Transparasi sumber sumber dana peningkatan kesehjateraan guru

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flores Timur optimis bahwa dengan implementasi program ini secara efektif, pendidikan di daerah akan mengalami lompatan jauh ke depan. Kiranya, seluruh pihak dapat bersinergi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Flores Timur. (Humas PGRI Flores Timur)

Scroll to Top