
Tedi Teluma, Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur saat melakukan negosiasi kepada pihak PLN Larantuka
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur melakukan negosiasi bersama Pihak PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero Larantuka, Jumat (18/10/24) untuk menunda pemadaman Listrik yang dijadwalkan berlangsung pada siang hari ditanggal 19-21 Oktober 2024. Motivasi PGRI Kabupaten Flores Timur bertemu dengan Pihak PLN Larantuka adalah untuk membantu Guru- guru di Kabupaten Flores Timur yang akan mengikuti UTBK atau Ujian Tulis Berbasis Komputer adalah sebuah tes standar nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai tahapan seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“ Selamat malam Pak, maaf menganggu. Besok ini banyak guru ikut UTBK. Ada informasi yang kami terima bahwa rencana ada pemadaman listrik, mohon bantuan PGRI agar bisa berkomunikasi dengan pihak PLN”. Menerima informasi dan aspirasi dari para guru ini, Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur, Tedy Teluma dan Fandy Setiyanto bergerak mendatangi Pihak PLN Larantuka dan melakukan negosiasi. Hasilnya, pihak PT. PLN Persero Larantuka menyetujui untuk menunda pemadaman.
Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak PLN yang telah memberikan kepedulian terhadap dunia Pendidikan dan terhadap guru. “ Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, mewakili segenap pengurus menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak PT. PLN Persero Larantuka yang telah memberikan kepedulian terhadap dunia Pendidikan dan terhadap guru. Keputusan untuk membatalkan pemadaman pada tanggal 19- 21 Oktober 2024 sangat membantu para guru mengikuti UTBK atau Ujian Tulis Berbasis Komputer adalah sebuah tes standar nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai tahapan seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sebab, jika PLN padam, sangat berpengaruh pada kestabilan jaringan dan itu tentu sangat menganggu ujian. Dampaknya adalah guru Flores Timur tidak lulusa ujian dan tentu itu tidak hanya membuat guru rugi tetapi daerah inipun akan rugi. Sekali lagi terima kasih, dan apresiasi yang tinggi untuk Keputusan PLN yang menunda pemadaman setelah adanya negosiasi dari PGRI Flores Timur,” kata Maksi. (Humas PGRI Flores Timur)
