PGRI LEMBATA TIDAK MAIN-MAIN DENGAN KASUS GURU DAMI. HARI INI MENDATANGI POLRES LEMBATA

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lembata tidak main-main mengkawal proses hukum pemukulan guru Dami. PGRI Lembata sungguh-sungguh serius memberikan dukungan kepada rekan perjuangan Guru Dami untuk mendapat keadilan di mata hukum. Harkat dan martabat guru Dami diinjak atas peristiwa naas pemukulan guru Dami di dalam kelas oleh satu keluarga.

Kamis pagi, (13/3/24) sedikitnya 100 anggota PGRI, mengenakan baju PGRI mendatangi Polres Lembata untuk memberikan surat permohonan audience dengan Kapolres. Kehadiran mereka pada pukul 11.00 WITA. Selain menghantar surat permohonan audience, pada hari yang sama, sore nanti pukul 15.00 akan mendampingi Guru Dami memberikan keterangan di Kantor Polisi.

Dikomandoi oleh Yoakim Baran, Ketua PGRI Lembata, Pengurus PGRI Lembata dalam surat pernyataan memberikan ultimatum kepada pihak kepolisian Resor Lembata untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan guru Dami, 2×24 jam.

Pada pemberitaan sebelumnya, seluruh Ketua Kabupaten dan Kota PGRI se Nusa Tenggara Timur mengutuk keras kasus pemukulan guru Dami. Bagi Ketua PGRI Kabupaten/ Kota se NTT tindakan pengeroyokan adalah tindakan tidak terpuji dan sangat mencoreng dunia pendidikan.

Scroll to Top