SEKOLAH itu BAHAGIA

Silvester Petara Hurit (Aktivis Kebudayaan di Flores Timur)

Sekolah itu tempat pendidikan manusia. Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara mendirikan “Taman Siswa”. Taman adalah tempat yang indah dan menyenangkan: tempat dimana kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan jadi asupan nutrisi manusia yang belajar disana.

Materi yang diajarkan itu seperti makanan. Bukan soal banyak tapi kandungan gizinya. Makan nasi satu bakul seharian hanya bikin kenyang, ngantuk dan capek. Makan satu piring dengan sedikit nasi, jagung, sayur, ikan dan buah jauh lebih berguna.

Bukan soal banyaknya materi, jam sekolah tetapi lebih penting adalah anak-anak dibimbing menemukan potensi dan bakatnya, dibangkitkan rasa ingin tahu dan gairah belajarnya, merasakan suasana sekolah sebagai rumah baru yang menyenangkan tempat ia bergaul dan berinteraksi secara lebih luas dan mengalami arti dari kebersamaan keberagaman hidup sosial sehingga lahir respek, sikap toleran, persahabatan, empati dsb.

Pergi sekolah anak gembira, pulang sekolah anak bahagia. Bukan pusing karena seabrek PR yang diberikan guru melainkan gembira karena menemukan hal baru yang ingin terus diuliknya.

Sekolah mendekatkan anak didik dengan orang tua, tetangga, lingkungan sosial dan ekologi terdekatnya.

Anak-anak dapat belajar empati dengan melihat ibu-ibu berjualan di pasar, mengunjungi panti asuhan. Mengunjungi kebun jagung, menanam pohon, memungut sampah plastik di pantai terdekat dan sebagainya.

Merawat keceriaan hidup dengan menyanyi, menari, menulis pengalaman hidupnya, mengutarakan perasaannya lewat pantun, syair dan sebagainya.

Kalau orang tuanya penjual ikan, anak-anak dapat belajar matematika praktis dari misalnya diberi PR membantu orang tuanya menghitung jumlah ikan serta berapa rupiah hasil jualnya.

Perasaan bahagia, pikiran lepas memungkinkan proses belajar bisa berjalan efektif dan pendidikan menemukan maknanya yang membebaskan. Anak-anak tidak saja dilatih/dibiasakan berpikir konseptual (analitis- sistematis) tetapi juga lentur, praktis, taktis dan terbuka terhadap segala kemungkinan (solusi/perubahan).

Scroll to Top