SMKN ADONARA BARAT JADI PONDASI GENERASI MUDA ADONARA

Sekolah Menengah Kejuruhan SMKN Adonara Barat lahir dari keterbatasan tetapi memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan kejuruhan di Pulau Adonara, terutama dalam jurusan Pertanian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Agribisnis Ternak Unggas. Kehadiran sekolah di Desa Danibao Kecamatan Adonara Barat ini, menjadi pondasi penting bagi generasi muda Adonara untuk mendapatkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pertanian dan peternakan lokal.

Jurusan Pertanian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura memberikan siswa-siswi SMKN Adonara Barat pengetahuan mendalam mengenai cara bercocok tanam, pengelolaan lahan, dan teknik produksi tanaman pangan yang berkelanjutan. Tanaman yang dikembangkan diantaranya, kangkung, tomat, terung, kol bunga,sawi dan lain-lain. Ini sangat penting mengingat potensi alam Pulau Adonara yang subur dan cocok untuk pengembangan sektor pertanian. Dengan ilmu yang mereka peroleh, lulusan diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara efisien dan berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah.

Sementara itu, jurusan Agribisnis Ternak Unggas mendidik siswa SMKN Adonara Barat untuk mengelola peternakan unggas secara profesional. Mulai dari pembuatan kadang, pemilihan bibit, perawatan hewan hingga aspek bisnisnya. Lulusan program ini memiliki keterampilan yang lengkap untuk meningkatkan produksi ternak di daerah mereka. Ternak unggas yang dikembangkan yakni ayam pedaging. Dalam konteks wilayah yang memiliki sumber daya alam berlimpah, pengetahuan tentang peternakan unggas bisa membuka peluang usaha yang menjanjikan dan mendukung perekonomian lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN Adonara Barat Ferdinandus Boro Nama mengatakan, secara keseluruhan, SMKN Adonara Barat tidak hanya mencetak lulusan yang terampil secara teknis, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan bagi komunitas sekitar, membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan kapasitas pertanian dan peternakan di sekitar lingkungan sekolah. “Secara keseluruhan, SMKN Adonara Barat tidak hanya akan mencetak lulusan yang terampil secara teknis, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan bagi komunitas sekitar, membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan kapasitas pertanian dan peternakan di sekitar lingkungan sekolah. Sebagai Plt Kepala Sekolah, saya menyampaikan terima kasih kepada para pengajar, staf, dan siswa yang terus berupaya mengembangkan potensi lokal untuk masa depan yang lebih baik. Harapan saya, walau dalam keterbatasan, kami terus bergerak memanfatkan potensi dan aset yang kami miliki,”kata Ferdi.

Jumlah Guru saat ini di SMKN Adonara Barat 12 (honor) 1 Pegawai (Honor) dengan jumlah siswa 51 orang tersebar di kelas X 17 orang Kelas XI 18 dan Kelas XII 16 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaaan Propinsi NTT, Ambrosius Kodo,S Sos.M.M dalam setiap pertemuan dengan guru dan Kepala Sekolah selalu mengatakan bahwa SMK harus menjawabi kebutuhan masyarakat. “Kepala sekolah hendaknya berinovasi dan mengembangkan kompetensinya. Jika sekolah tersebut memiliki beberapa kompetensi, cukup kembangkan satu kompetensi yang betul- betul menjadi branding sekolah itu. Misalnya SMK dengan Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, maka mestinya, masyarakat dapat membeli sayur di sekolah tersebut. Termasuk memberi dampak dalam pengembangan inovasi pertanian bagi masyarakat di sekitar sekolah,”kata Ambrosius (Humas PGRI Flores Timur)

Scroll to Top