
Para guru di Propinsi Nusa Tenggara Timur menyambut dengan gembira pemberhentian Ketua PGRI NTT, Simon Petrus Manu. Pasalnya, sejak terpilih pada tahun 2019 yang lalu, Pengurus PGRI Propinsi NTT tidak merealisasikan program program kerja yang telah direncanakan.
Bahkan, Forum wajib organisasi yaitu Konferensi Kerja Propinsi yang mesti dilaksanakan setiap tahun, tidak pernah dilaksanakan. Setelah didesak oleh Pengurus PGRI Kabupaten dan Kota se NTT, barulah diselenggarakan Konferensi Kerja pada Bulan Juni 2023. Dan itupun tidak ada laporan keuangan oleh Bendahara. Bendahara Susan Neno, menghilang dari forum dan tidak kembali hingga Konferensi selesai. Pada Forum Konferensi Kerja ini, Susan Neno, Bendahara PGRI NTT dipecat. Selain ikut serta dalam membuat mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Susan Neno tidak hadir dalam forum Konferensi untuk mempertangungjawabkan laporan keuangan.
Tidak sebatas hal di atas, kegembiraan guru NTT atas peberhentian Ketua PGRI NTT juga karena selama ini, aspirasi dari daerah tidak pernah direspon. Dan fatalnya, Pengurus PGRI Propinsi yang pasif ini, malah terlibat dalam membuat mosi tidak percaya kepada Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd yang nyata-nyatanya sangat aktif, produktif dan melayani dengan sungguh guru se Nusantara.
Dalam benak para guru NTT, adanya pergantian kepengurusan tentu memberikan angin segar. Dan itu telah menjadi nyata, tiga hari setelah dilantik, Ketua PGRI NTT yang baru Dr. Samuel Haning, SH.,MH langsung merespon sejumlah persoalan di daerah diantaranya persoalan Dana Sertifikasi Guru di Sabu dan Kabupaten Sikka. Dalam agenda 100 hari, Ketua PGRI NTT akan mengunjungi 22 Kabupaten Kota se NTT untuk menjaring aspirasi para guru untuk diperjuangkan secara bersama.
Domikus Nistae, Ketua PGRI Kabupaten TTU mengatakan, pemberhentian Ketua PGRI NTT adalah kerinduan para guru NTT.
“Para guru NTT sudah jenuh dengan kepemimpinan di PGRI Propinsi NTT yang tidak merespon aspirasi dari daerah dan tidak melaksanakan program kegiatan. Terpilihnya Pak Sam Haning adalah angin segar bagi para guru NTT. Dengan basic advokad, Pak Sam tidak sulit bergerak bersama mengadvokasi para guru NTT yang mengalami persoalan. Jika hari ini guru NTT gembira karena pemberhentian Pengurus PGRI bagi saya itu lumrah karena selama ini para guru NTT mengharapkan demikian. Sudah tidak zaman lagi kita hanya memeluk jabatan tanpa aksi dan karya nyata pelayanan kepada anggota,”kata Dominikus.
