DINAS PKO FLOTIM DAN PGRI FLOTIM PERJUANGKAN FORMASI PPPK

Tatap muka, membangun kolaborasi antara Dinas PKO Kabupaten Flores Timur besama PGRI Kabupaten Flores Timur

Pada momentum Konferensi Kerja Nasional PGRI di Yogyakarta, 22-23 Maret 2022, PGRI Kabupaten Flores Timur yang dihadiri oleh Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flotim dengan lantang menyampaikan aspirasi terkait formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flores Timur saat menyampaikan aspirasi tentang PPPK pada Forum Konferensi Kerja Nasional PGRI di Yogyakarta, 21-23 Maret 2022

PGRI berpandangan terkait formasi PPPK kiranya segera dibuka bagi yang sudah mengantongi nilai di atas pasing grade. Formasi juga mesti memperhatikan Guru TK PAUD sebab dari merekalah, anak -anak memiliki pengatahuan, keterampilan dan karakter dasar.

Simon Soge Makin, S.Si, Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur ditemui Jurnalis PGRI Flotim, Maria Natalia Ana Yusti, Jumat (8/7/22) mengatakan, dalam waktu dekat Kepala Dinas PKO Flotim, Felix Suban Hoda akan ke Jakarta dan memperjuangkan formasi PPPK guru untuk kualifikasi Pendidikan Penjas dan Bahasa Inggris, Guru TK PAUD, Guru Pendidikan Agama yang saat ini sedang diperhitungkan dalam kebutuhan PPPK di Kabupaten Flores Timur.

Simon Soge Makin, Sekretaris Dinas PKO Kabupaten Flores Timur

Menurut Simon Soge, kegiatan Kepala Dinas PKO dimaksud, akan disertakan dengan Surat Rekomendasi dari Bapak Penjabat Bupati Flores Timur tentang kebutuhan guru di Kabupaten Flotim yang dibuktikan dengan data guru.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas PKO juga menginformasikan, dirinya dalam waktu dekat akan ke Surabaya mengikuti kegiatan sosialisasi tentang perubahan dalam format pengisian buku rapor. “Pa Kadis ke Jakarta untuk perjuangkan formasi PPPK, sementara saya dalam waktu dekat juga akan ke Surabaya terkait kegiatan sosialisasi tentang perubahan dalam format pengisian buku rapor,” kata Simon.

Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flores Timur mengatakan, saat ini aspirasi yang kencang disampaikan oleh Bapa Ibu Guru di Kabupaten Flores Timur terkait PPPK yakni, mereka yang sudah lulus pasing grade agar menjadi perhatian, guru mata pelajaran yang belum diakomodir dalam formasi agar bisa diakomodir, Guru Pendidikan Agama, juga guru TK PAUD mesti diperhatikan, termasuk tenaga kependidikan.

“PGRI Flores Timur mendukung upaya Dinas PKO Kabupaten Flores Timur secara hirarki pemerintahan memperjuangkan aspirasi guru. PGRI tentu sebagai lembaga profesi yang menaungi guru terus bergerak untuk tujuan yang sama. Bersama Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, kita rapatkan barisan, satu suara untuk membuka jalan bagi Bapa Ibu Guru di Flores Timur mendapat perhatian dan kesempatan yang menguntungkan Bapa Ibu Guru di Flotim,” kata Maksi.

Scroll to Top